Usaha Kopra dan Arang Batok di Sondregeasi, Nisel

  • 02 Des 2025 10:15 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Memanfaatkan potensi kelapa sebagai sumber penghasilan memang menjadi salah satu peluang usaha yang cukup banyak ditekuni oleh warga yang tinggal di pesisir pantai. Seperti halnya yang dilakukan Selsus Situasi Wau atau yang akrab disapa Bapak Ama Irna, warga desa Sondregeasi Kecamatan Luahagundre Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan.

Usahanya berupa pembuatan kopra dan arang batok kelapa yang telah ditekuni selama 4 tahun. Dalam satu bulan, Bapak Ama Irna dapat mengolah 5 ton buah kelapa yang berasal dari desa-desa disekitar.

Namun jumlah produksi ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 50 ton sebulan. Menurut Bapak Ama Irna, selain dipengaruhi cuaca ekstrim yang sering terjadi akhir-akhir ini, semakin bertambahnya pelaku usaha sejenis juga menjadi faktor penyebab penurunan kelapa yang diolah.

“Ada penurunan produksi karena setiap desa sekarang ada panen pembakaran,” ungkapnya kepada RRI, Senin (1/12/2025). “Kalau dulu ya, bisa sampai 50 ton dalam sebulan.”

Saat ini kopra dijual seharga 15 ribu per kilogram, sementara arang batok kelapa dijual 2500 per kilogram. Harga kelapa, kopra dan arang batok yang fluktuatif terkadang menjadi tantangan bagi dirinya untuk tetap mempertahankan usaha tersebut.

“Kendalanya hanya karena harga naik turun, rugi sesekali,” ungkapnya. “Kalau persediaan stok kelapa aman, kendalanya juga karena cuaca tidak bisa bekerja.”

Selain itu kondisi cuaca buruk juga menjadi faktor penghambat proses produksi. Ia berharap kondisi cuaca kembali membaik sehingga stok kelapa yang sudah ada di gudang tidak menumpuk dan dapat langsung diolah untuk mencegah kerusakan buah kelapa bila disimpan dalam jangka waktu yang lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....