Tradisi Tepung Tawar sebelum Keberangkatan Calon Jemaah Haji

  • 16 Apr 2026 23:24 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Sebelum melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji, sebuah tradisi biasanya dilakukan warga Kepulauan Nias. Tradisi ini adalah Tepung Tawar.

Tradisi ini merupakan sebuah prosesi singkat yang bertujuan mendoakan kelancaran ibadah dan kesehatan para Calon Jemaah Haji. Orang yang mendoakan akan memercikkan air, menaburkan beras dan bunga rampai kepada Calon Jemaah Haji.

"Ini adalah sebuah kebahagiaan bahwa saudara kita akan menjadi tamu Allah yang tentu bukan orang sembarangan," tutur Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea dalam sambutannya usai pelaksanaan Tepung Tawar yang digelar Kemenag Nias Selatan, Kamis 16 April 2026. 'Kebahagiaan ini disampaikan Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan dalam wujud Tepung Tawar."

Ia menerangkan, komponen yang digunakan pada tradisi Tepung Tawar masing-masing memiliki makna. Misalnya daun sedingin yang melambangkan harapan agar perjalanan aman, dingin dan tenang.

Lalu beras, yang melambangkan harapan bahwa keberangkatan para Jemaah Haji membuat Calon Jemaah Haji yang lain akan berdatangan. "Ini juga mendoakan bagi saudara yang belum dipanggil Allah karena pada hakikatnya ibadah Haji adalah ibadah yang paling mulia dan terakhir bagi muslim," ungkapnya.

Tidak hanya kepada Calon Jemaah Haji, Kakan Kemenag Nias Selatan yang tahun ini mendapatkan kepercayaan sebagai Petugas Pembimbing Ibadah Haji juga turut ikut dalam tradisi ini. Ia pun menuturkan kisah dibalik berkah yang ia dapatkan hingga akhirnya akan berangkat ke Tanah Suci sebagai Petugas Haji.

Ia mengungkapkan, seyogyanya Tepung Tawar bagi Calon Jemaah Haji dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Namun karena tahun ini urusan Haji telah dipisah menjadi satu Kementerian Haji dan Umrah, maka pihaknya berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....