Pendeta Song: Zaman AI Membutuhkan Manusia yang Tetap Memiliki Hati untuk Melayani
- 02 Jul 2026 08:35 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam berbagai bidang pekerjaan dan pelayanan. Pesan ini menjadi sorotan Pendeta Paulina Song Kwang Ok saat menghadiri wisuda STT Injili Arastamar (SETIA) Nias Selatan, Selasa, 30 Juni 2026 di Hall Defnas, Teluk Dalam, Nias Selatan.
Misionaris asal Korea Selatan ini menggambarkan bahwa manusia saat ini telah memasuki zaman yang sangat bergantung pada internet dan teknologi digital. Ketergantungan terhadap perangkat seperti telepon pintar, aplikasi komunikasi dan platform digital menunjukkan bahwa AI serta teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang kita benar-benar sudah masuk ke zaman di mana kita tidak bisa hidup tanpa internet. Zaman di mana AI mulai menggantikan manusia,” ungkapnya.
Dalam perkembangannya, lanjut Pendeta Song Kwang Ok, AI mulai digunakan untuk membantu berbagai profesi seperti pendidikan, kesehatan, hukum, teknik, hingga pekerjaan kreatif. AI menurutnya mampu membantu manusia membuat teks, menyusun doa, mengolah strategi, bahkan menyiapkan presentasi sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.
Namun, donatur SETIA ini mengingatkan bahwa ada kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan oleh AI, yaitu menghadirkan kepedulian dan hubungan nyata dengan sesama. Teknologi dapat memberikan informasi dan solusi tetapi tidak mampu menggantikan kehadiran manusia yang mendengarkan, menghibur dan mendampingi orang lain secara langsung.
“Tetapi ingat, kekristenan adalah zaman di mana Tuhan sendiri datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia. Sama seperti Yesus yang adalah Tuhan datang ke dunia ini, begitu pula dengan kita yang harus pergi ke daerah-daerah terpencil, pergi untuk menemui jiwa-jiwa secara langsung, menghibur mereka, memberikan konseling, serta menangis dan berdoa bersama mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, era AI adalah zaman yang Tuhan izinkan untuk terus berkembang sehingga manusia perlu menggunakan teknologi dengan tanggung jawab dan tujuan yang benar. Akan tetapi sebagai lulusan bidang keagamaan, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana menguasai AI tetapi bagaimana tetap mempertahankan nilai kemanusiaan, iman dan panggilan untuk melayani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....