Pesan Famachoi Wau untuk Generasi Nias Selatan: Jangan Malu Berbahasa Li Niha Raya

  • 06 Jun 2026 11:48 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan – Praktisi Bahasa Nias Selatan, Famachoi Wau, menegaskan bahwa upaya utama yang dilakukan dalam melestarikan bahasa Nias Selatan atau Li Niha Raya adalah mendokumentasikannya agar tetap tersimpan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Menurutnya, dokumentasi bahasa memiliki fungsi yang sama seperti menyimpan foto, yakni menjaga kenangan dan nilai budaya agar tetap hidup dalam waktu yang lama.

Selain dokumentasi, pihaknya juga mengembangkan pendekatan baru dalam pembelajaran bahasa Nias Selatan. Metode tersebut tidak hanya berfokus pada pengajaran bahasa secara konvensional tetapi juga memperkenalkan sistem pembelajaran Li Niha Raya yang telah diterapkan oleh Yayasan Harapan Nias yang dipimpinnya mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.

“Hasilnya lumayan dimana ada beberapa siswa yang mencintai dan mengatakan kalau boleh pembelajaran Li Niha Raya ini diteruskan dan jangan dirubah. Misalnya penulisan ‘ö’, kalau boleh jangan dirubah lagi,” ujar Famachoi saat menyampaikan pandangannya terkait pelestarian bahasa Nias Selatan dalam Konferensi Internasional Budaya dan Bahasa Nias yang digelar UNIRAYA, Jumat, 5 Juni 2026.

Untuk mendukung proses belajar, pihaknya menyusun kamus tiga bahasa yang memuat kosakata Li Niha Raya, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Dengan demikian para siswa lebih mudah memahami serta memperkaya kemampuan berbahasa mereka.

Meski demikian, Famachoi Wau mengungkapkan masih adanya tantangan berupa rasa malu menggunakan Li Niha Raya di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang berasal dari wilayah Nias Selatan, untuk menghilangkan rasa malu tersebut dan semakin mencintai bahasa daerah sebagai bagian penting dari identitas budaya yang harus dijunjung tinggi.

“Mari kita buang rasa malu menggunakan Li Niha Raya. Apalagi kita di Teluk Dalam ini atau di daerah Selatan karena seperti dalam pepatah mengatakan Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta Konferensi agar sama-sama mempertahankan bahasa Nias Selatan. Pasalnya, Li Niha Raya juga memiliki keberadaan yang sama pentingnya dengan bahasa lain sebagai sebuah identitas yang melekat di setiap masyarakat penuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....