Ibadah Rutin Warga Binaan Lapas Telda Bersama Kemenag Nisel

  • 22 Mei 2026 21:24 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan melaksanakan kegiatan ibadah rutin di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Teluk Dalam, Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan program rutin Kementerian Agama yang dilaksanakan setiap hari Kamis sebagai bentuk pelayanan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.

Ibadah berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh sekitar 80 warga binaan yang beragama Katolik dan Kristen. Pada kegiatan tersebut, Yuliana Gise Duha, S.Pd bertugas sebagai pembawa renungan, sementara Oktaviani E. Sri L. Ziraluo, S.Pd bertindak sebagai liturgos.

Dalam khotbahnya, Yuliana mengangkat tema 'Dipanggil untuk Hidup dalam Kesatuan dan Kasih Tuhan' (Yoh. 17:20-26). Ia menekankan pentingnya hidup dalam persatuan dan kasih Kristus meskipun berada dalam keterbatasan.

"Setiap orang tetap menjadi bagian dari keluarga Allah yang diikat oleh kasih-Nya tanpa memandang latar belakang maupun masa lalu," ujarnya seperti dilansir dari Humas Kemenag Nias Selatan. "Kesatuan di dalam Kristus bukan hanya tentang persatuan dalam Gereja atau komunitas, tetapi juga persatuan dalam kasih dan tujuan yang sama, yaitu memuliakan nama Tuhan dan menyebarkan kabar sukacita."

Ia juga mengingatkan bahwa kasih Allah tidak terbatas dan Tuhan selalu menghendaki umat-Nya untuk hidup dalam persekutuan bersama-Nya. Melalui renungan tersebut, warga binaan diajak untuk merefleksikan hidup sebagai pribadi yang percaya dengan terus hidup dalam damai, menjadi terang, dan menjadi berkat bagi sesama.

Kegiatan ibadah semakin semarak dengan pujian yang dipersembahkan oleh Vocal Group Emanuel yang terdiri dari warga binaan lapas. Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan warga binaan memperoleh penguatan mental dan spiritual serta semakin merasakan kasih Tuhan dalam kehidupan mereka.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengikis rasa terisolasi dan menciptakan suasana damai di lingkungan lapas. Dengan demikian, para Penyuluh berharap warga binaan dapat mengalami perubahan karakter yang berakar pada kasih serta memiliki semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....