Prospek Cuaca Mingguan Sumut, Wilayah Berikut Masih Berpotensi Hujan Ringan-Lebat
- 04 Mei 2026 18:19 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan – Tim Meteorology Early Warning System Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I melaporkan adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Utara selama sepekan ke depan. Kondisi yang diperkirakan terjadi pada periode 4 hingga 11 Mei 2026 ini dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer yang aktif di kawasan tersebut.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 di Samudera Hindia menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya pembentukan awan hujan. Selain itu, Gelombang Rossby dan Kelvin juga terpantau aktif dan turut memperkuat dinamika cuaca di wilayah ini.
“Pola angin yang terbentuk menunjukkan adanya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Pesisir Timur hingga Pesisir Barat Sumatera Utara,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin 4 Mei 2026. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan awan konvektif secara lebih intensif.
Atmosfer yang labil semakin memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas yang bervariasi. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut secara signifikan meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Secara umum, cuaca di Sumatera Utara diprakirakan didominasi oleh hujan ringan hingga hujan lebat. Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Langkat, Medan, Deli Serdang, Binjai, serta Serdang Bedagai. Selain itu, daerah seperti Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Potensi cuaca ekstrem juga mencakup wilayah Asahan, Batubara, Labuhanbatu Raya, hingga kawasan Tapanuli dan Kepulauan Nias. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....