Bangun Masa Depan Sekolah, SMA Bintang Laut Telda Harus Berkomitmen pada Tiga Hal
- 03 Mei 2026 15:20 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Sekolah Katolik dikenal dengan kedisiplinan. Imej ini diharapkan dapat tetap dipertahankan sebagai sebuah identitas positif.
Namun dalam realitas zaman ini, Pendidikan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perkembangan teknologi yang cepat, arus informasi yang tidak terbendung, menurunnya daya fokus belajar serta godaan untuk mencari instan.
Keprihatinan akan hal tersebut disampaikan Kustos Kustodi Kapusin General Kepulauan Nias Pastor Pius Ndruru, OFMCap pada perayaan Pesta Perak SMA Swasta Katolik Bintang Laut Teluk Dalam, Kamis 30 April 2026. Dalam kata-kata penggembalaannya ia menyampaikan beberapa pesan untuk menyikapi hal tersebut agar tidak mengganggu proses Pendidikan.
"Kita harus membangun disiplin dan integritas sebagai budaya bersama di sekolah ini," ujarnya. "Disiplin menggunakan alat-alat teknologi, HP, medsos sesuai waktu dan tempat yang tepat."
Ia menegaskan, disiplin berarti menahan diri. Jika disiplin dan integritas hidup dalam diri Guru, siswa dan seluruh pengelola maka tantangan apapun dan perubahan zaman tidak akan merusak tetapi justru bisa dimanfaatkan untuk kebaikan.
"Karena itu usahakan alat-alat teknologi dan medsos itu tidak menguasai Anda," kata Pastor Pius. "Tetapi kuasailah dia supaya menjadi sarana bagi Anda untuk lebih maju."
Selain itu, ia menekankan bahwa untuk membangun masa depan SMA Swasta Katolik Bintang Laut Teluk Dalam yang lebih baik, maka sekolah harus berkomitmen pada tiga hal pokok. Ketiga hal terdebut adalah personalia, kurikulum dan sarana prasarana.
Terkait personalia, menurutnya kualitas sekolah ditentukan oleh kualitas orang-orang didalamnya. Karena itu diperlukan seleksi yang laik, pembinaan yang berkelanjutan dan komitmen yang jelas.
Sementara kurikulum, Pastor Pius mengajak para Guru terus memperbaharui bahan ajar, menyiapkan diktat yang relevan dan menghadirkan pembelajaran yang relate. Disamping itu, kurikulum harus mampu membentuk kecerdasan sekaligus karakter dan iman setiap siswa-siswi.
Sedangkan soal sarana prasarana, sekolah perlu menyediakan dan merawat fasilitas yang layak. Ia juga berharap para pemerhati Pendidikan dan Pemerintah dapat bekerjasama untuk membantu karena sarana prasarana yang memadai sangat penting dalam mencapai semua target yang baik.
Ia juga mengingatkan agar Dana BOS digunakan dengan tepat guna, bertanggungjawab dan transparan. Ini bukan hanya soal administrasi tetapi menyangkut kejujuran, hati nurani dan integritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....