Inkulturasi Budaya pada Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Telda

  • 02 Apr 2026 11:07 WIB
  •  Nias Selatan
Poin Utama
  • Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Teluk Dalam memadukan unsur budaya Nias Selatan pada arsitektur bangunannya
  • Inkulturasi budaya pada arsitektur bangunan Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Teluk Dalam menjadikannya sebagai salah satu spot foto favorit

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Teluk Dalam, Nias Selatan, merupakan salah satu Gereja Katolik yang ikonik tidak hanya di Kabupaten Nias Selatan namun juga Kepulauan Nias. Gereja ini dikenal dengan bangunan yang memadukan unsur budaya Eropa dengan budaya khas Nias Selatan.

Dari keterangan Pastor Paroki setempat, Pastor Aloysius Telaumbanua, OFM., Cap, Gereja ini merupakan pemekaran dari Paroki Santa Maria Teluk Dalam. Tepatnya 27 Januari 2010, Gereja ini sah menjadi satu Paroki.

"Saat ini umat di Paroki ini berjumlah 3.415 jiwa atau 734 KK yang menyebar di beberapa lingkungan, bukan hanya dari Teluk Dalam tetapi juga dari beberapa Kecamatan yang asalnya dari Paroki Katolik," tutur Pastor Aloysius saat ditemui Rabu, 1 April 2026. "Karena mereka kerja disini dengan catatan mereka harus meminta surat pindah dari Gereja asal dan menyatakan ingin bergabung."

Keunikan bangunan Gereja ini menjadikan tempat ini sebagai favorit para vlogger ataupun netizen. Penggunaan ornamen khas Nias Selatan pada relief bangunan, meja altar dan bejana baptis yang terbuat dari batu serta penempatan alat musik tradisional seperti gendang, adalah kekhasan yang ditemui di Gereja tersebut.

"Artinya kita menghargai budaya kita tapi tidak menyembah mereka," ujarnya. "Apa yang bagus dari leluhur kita dapat kita terapkan menurut inkulturasi sesuai dengan tata liturgi Gereja Katolik."

Menurut Pastor Aloysius, inkulturasi budaya tidak hanya dilakukan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Teluk Dalam. Namun setiap Gereja Katolik lainnya di Kepulauan Nias dan Indonesia secara umum menerapkan hal tersebut.

"Kita sangat menghargai budaya, seperti ada gong, gendang, kalau ada orang besar kita menyambut dengan gendang," ujarnya. "Sehingga kita dapat memaknai budaya menurut iman Gereja.

Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Teluk Dalam menyelenggarakan ibadah Misa setiap hari. Dimana, khusus hari Minggu dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB dan 09.30 WIB dengan Misa pertama menggunakan Bahasa Indonesia dan Misa kedua menggunakan Bahasa Nias.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....