Ephorus BNKP: Orang Kristen Harus Jadi Pelaku Firman
- 10 Jan 2026 22:49 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Umat Kristen diminta tidak hanya menjadi pendengar Firman. Lebih dari itu, orang Kristen harus menjadi pelaku Firman.
Hal ini ditegaskan Ephorus BNKP, Pdt. Otoriteit Dachi, S.Th., M.Si., saat menjadi Pengkhotbah pada perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru Kemenag Nias Selatan, Jumat 9 Januari 2026. Pada kesempatan itu ia mengangkat tema khotbah dari Kitab Lukas 6:46-49.
"Konteks inilah (dalam bacaan tersebut) yang dipakai Lukas untuk menggambarkan orang-orang yang mengikut Kristus," ujarnya. "Begitu banyak orang yang membangun rumah tetapi tidak tahu dan sadar bahwa pekerjaan yang ringan dan mudah sebenarnya sebuah ancaman."
Pdt. Otoriteit mengemukakan, manusia cenderung memilih pekerjaan yang mudah atau simpel. Seperti istilah 'menerabas', yang bisa berarti asal jadi, gampangnya saja, enaknya saja, atau hidup itu tidak berhikmat.
Menurutnya, seperti itulah kondisi orang-orang yang hanya mendengar Firman Allah. Tapi persoalannya, ada orang yang mendengar lalu melakukan tetapi ada juga yang berhenti hanya untuk mendengar.
"Tetapi yang Tuhan tuntut adalah menjadi pelaku," katanya menegaskan. "Namun untuk bisa menjadi pelaku kita harus mendengar, setelah mendengar maka memahami, setelah itu membentuk kecerdasan dan itulah yang membentuk kehidupan kita."
Pdt. Otoriteit Dachi kemudian mengaitkan tuntutan tersebut dengan tema kegiatan "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga". Ia mengemukakan, saat ini terdapat sebuah istilah yang disebut 'Eklesia Domestika' yang berarti 'Gereja yang benar itu lahir dari keluarga'.
Namun ia mengungkapkan keprihatinan dengan kondisi dimana para Ayah yang merupakan Imam dalam keluarga (Efesus 5:2) justru tidak datang ke Gereja. "Supaya kita mengerti kenapa tema ini diangkat karena peran Ayah dalam keluarga telah kehilangan eksistensinya," ungkapnya.
Ia mengatakan, hal positif yang dilakukan anak termasuk bagaimana mengasihi orang lain berasal dari keluarga. Selain itu, orangtua juga harus dapat memberikan teladan serta tidak menjauhkan diri dari pertemuan dengan saudara seiman.
"Menjadi Kristen tidak sekedar menjadi pendengar," ucapnya. "Kalau kita menjadi pendengar dan pelaku Firman, Nias ini pasti aman."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....