Menjaga Semangat untuk Melayani Tuhan, Jangan Sampai Kendor

  • 10 Nov 2025 11:47 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Banyak orang percaya merasa lelah, kehilangan fokus dan terjebak dalam rutinitas rohani yang dingin di era saat ini terlalu fokus dengan hal-hal duniawi. Sehingga energi dan waktu untuk Tuhan menjadi minim, hal ini tidak hanya terjadi dalam doa dan membaca Alkitab tetapi juga dalam etos kerja dan tanggung jawab sehari-hari.

Dalam khotbah Minggu (9/11/2025) dihadapan Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jalan Baru Teluk Dalam, Ev. Shimson Van Hounten Rote, S.Pd menyampaikannya dengan tema Roh Yang Berkobar terambil dari Roma 12:11, bahwa melayani Tuhan bukanlah sekadar pekerjaan sampingan melainkan panggilan fundamental bagi setiap orang Kristen yang mengaku sebagai anak Tuhan.

“Kecenderungan banyak orang Kristen yang bersemangat di awal pelayanan, namun kemudian mengalami kekenduran,” ujarnya.

Lebih lanjut Ev. Shimson menekankan sifat malas (lawan dari rajin) akan mengakibatkan hilangnya kesempatan berharga dalam hidup dan pelayanan dalam bahasa Yunani Kerajinan disebut Spoude, yang maknanya menunjukkan kesetiaan. Sifat malas berakar pada hati yang penuh keinginan tetapi enggan berusaha, sejalan dengan Amsal 13:4, bahwa akan datang malam di mana tidak seorang pun dapat bekerja, perlunya memanfaatkan waktu yang ada.

Konteks Surat Paulus kepada jemaat di Roma pasal 12 memberikan perintah sederhana mengenai tentang menjaga roh yang berkobar, yaitu dengan mempersembahkan tubuh yang memiliki roh menyala-nyala. Hal ini diwujudkan melalui sikap hati yang tidak malas, bersemangat, penuh kesungguhan, dan dilakukan secara bersama-sama dalam komunitas.

“Inti dari pesan ini adalah bagaimana cara mempertahankan roh agar tetap berkobar, karena kehidupan pelayanan harus senantiasa dipenuhi gairah karena Tuhan yang dilayani adalah Tuhan yang hidup,” ungkapnya.

Sebab semangat yang menyala-nyala tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan sekitar dikutip dari Matius 5:14-15, api yang berkobar akan menghangatkan orang lain. Hal ini memperkuat identitas orang percaya sebagai terang dunia, membawa dampak dan pengaruh baik.

Ev. Shimson menegaskan bahwa Roh Kudus adalah sumber semangat bukan sekadar emosi yang terus menyala dalam pelayanan. Semangat rohani ini diibaratkan seperti obor yang harus dijaga agar tidak padam, dengan cara memeliharanya dalam persekutuan, doa, dan firman Tuhan. Hal ini sesuai dengan nasihat Paulus kepada Timotius untuk mengobarkan karunia Allah 2 Timotius 1:6, hal ini mencakup kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, yang merupakan kunci kesetiaan dalam perkara besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....