Mana yang lebih penting? Relasi Vs Kinerja

  • 30 Agt 2025 18:18 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Dalam dunia kerja yang dinamis, dua faktor sering disebut sebagai penentu kesuksesan: kinerja individual dan kemampuan membangun relasi. Namun, seringkali muncul pertanyaan krusial: manakah yang lebih dominan dalam menentukan jenjang karier dan keberhasilan di sebuah organisasi?

Perdebatan antara "si pekerja keras" dan "si jago lobi" ini bukan lagi hal baru, mencerminkan kompleksitas budaya kerja dan ekspektasi yang berkembang. Secara ideal, kinerja adalah pilar utama penilaian seorang profesional.

Kinerja merujuk pada hasil kerja yang konkret, efisiensi, inovasi, dan kontribusi nyata seorang individu terhadap tujuan organisasi. "Tanpa kinerja, semua hanya omong kosong," ujar Siti Nurjanah, seorang manajer HRD di perusahaan logistik terkemuka di Medan, Sabtu (30/8/2025).

"Kami berinvestasi pada pelatihan, teknologi, dan sumber daya agar karyawan bisa berkinerja maksimal," ujarnya. "Hasil kerjalah yang bicara, bukan sekedar janji atau senyum manis."

Namun di sisi lain, kekuatan relasi atau jaringan profesional (sering disebut sebagai "koneksi" atau "orang dalam") juga tak bisa dipandang sebelah mata. Relasi yang baik dapat membuka pintu pada peluang, mempermudah koordinasi antar departemen, bahkan memengaruhi keputusan promosi atau penugasan proyek penting.

Terkadang, ide brilian sekalipun sulit tembus kalau tidak ada yang kenal atau percaya. Relasi yang baik bisa jadi jembatan kepercayaan.

Konflik muncul ketika relasi, bukan kinerja, menjadi faktor utama dalam penentuan nasib seseorang. Fenomena "Asal Bapak Senang" atau sucking up kepada kolega ataupun atasan, di mana individu lebih fokus pada menyenangkan pimpinan daripada menghasilkan kerja berkualitas, dapat merusak moral tim dan produktivitas.

Karyawan yang berkinerja tinggi namun kurang pandai membangun relasi mungkin merasa terpinggirkan. Sementara mereka yang pandai bersosialisasi namun minim kontribusi justru melesat.

Kinerja yang solid tanpa kemampuan membangun relasi yang baik mungkin akan membatasi visibilitas dan dukungan. Sebaliknya, relasi yang kuat tanpa didukung kinerja yang substansial hanya akan menjadi "kosong" dan rapuh dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, di tengah riuhnya dunia kerja, kesuksesan sejati mungkin terletak pada kemampuan seseorang untuk tidak hanya menghasilkan karya terbaik. Tetapi juga mengkomunikasikannya, membungkusnya dalam hubungan yang positif, dan membangun jembatan kolaborasi.

Kinerja memberi substansi, relasi memberi peluang dan dukungan. Sinergi keduanya adalah resep menuju puncak karier yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....