Peran Suami Istri Dalam Keluarga Kristen
- 11 Nov 2024 17:25 WIB
- Nias Selatan
KBRN, Nias Selatan: Pada umumnya, masalah keluarga mencakup segala bentuk dinamika, perilaku dan pola yang mengganggu rumah tangga atau keluarga. Kadang kala, masing-masing pribadi dapat menjadi pesaing, seperti juga penolong dan pelengkap bagi pasangannya.
Setiap pasangan haruslah menghindari sikap yang menjauhkan diri ketika konflik terjadi, dan membenahi hubungan mereka. Supaya tidak ada sakit hati, baik keinginan untuk saling membalas atau saling menuduh.
Untuk dapat mencapai hal itu, perbedaan-perbedaan harus didiskusikan secara terbuka sehingga komunikasi yang baik dapat dipulihkan. Reaksi kemarahan memang tak dapat dihindari dalam kehidupan seseorang, tetapi yang paling penting adalah apa yang diperbuat seseorang dengan amarahnya itu.
Hal itu diungkapkan Pdt. Prans Manalu, S.Pd.K dalam Program solideo Gloria RRI Nias Selatan, Minggu (10/11/2024). Fenomena yang sering banyak terjadi dalam kehancuran rumah tangga dikarenakan faktor ekonomi dan perselingkuhan.
“Seorang Istri bukan hanya sebagai pelengkap, Tuhan juga menciptakannya sebagai penopang bagi pasangannya. Demikian juga suami yang menjadi kepala rumah tangga, hendaknya harus mengasihi istrinya seperti tubuhnya sendiri," ujarnya.
Suami yang mengasihi istrinya, kata Pdt. Prans, mengasihi dirinya sendiri. Begitu juga yang dilakukan Kristus bagi jemaat, karena kita adalah anggota-anggota tubuh-Nya.
Dalam pernikahan, lanjutnya, haruslah sepadan dan seiman yang artinya sederhana dan tidak saling menyombongkan satu sama lain dengan ego. Karena kasih Yesus Kristus adalah kasih yang memberi kasih tanpa syarat dan kasih yang sifatnya berkoban.
Ia juga berpesan, keluarga itu haruslah memperkuat doa dan persekutuan didalam rumah tangganya. Karena memang Tuhan sudah memberitahu dari awalnya, yang utama dirusak Iblis atau Setan dalam hidup ini adalah keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....