Jembatan Demba Jadi Akses Vital Tiga Desa, Warga Kini Bisa Melintas Lebih Aman

  • 02 Okt 2026 15:09 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Kondisi Jembatan Demba di Kecamatan Onolalu, Kabupaten Nias Selatan yang sebelumnya memprihatinkan kini telah direvitalisasi melalui kerja sama Polres Nias Selatan bersama masyarakat. Camat Onolalu, Walaupun Sarumaha mengatakan jembatan tersebut kini dinilai sudah layak dan lebih aman untuk dilalui setelah dilakukan gotong royong yang dikoordinasikan para Kepala Desa bersama jajaran Kecamatan Onolalu.

Jembatan Demba memiliki peran penting karena menjadi satu-satunya penghubung bagi tiga desa, yakni Desa Hilifalago, Hilifalago Raya, dan Hilifarono. Akses tersebut digunakan masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas Guru, siswa, serta para petani.

Menurut Camat Onolalu, keberadaan jembatan juga sangat vital untuk mendukung penyaluran kebutuhan anak sekolah, khususnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Jika jembatan terputus atau tidak dapat dilalui, distribusi makanan bergizi gratis ke wilayah tersebut akan mengalami kesulitan.

“Oleh karena hasil koordinasi dan sinergitas yang baik antara pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Nias Selatan bersama Pak Kapolres dan jajaran Forkopimda sehingga hasilnya dapat kita lihat saat ini bahwa sudah layak dan sudah aman untuk dilalui, dilintasi oleh masyarakat,” ujarnya pada acara peresmian penggunaan Jembatan Demba, Kamis, 1 Oktober 2026.

Walaupun Sarumaha mengemukakan, revitalisasi dilakukan melalui gotong royong yang melibatkan personel Polres Nias Selatan, masyarakat, para Kepala Desa, serta pegawai Kecamatan Onolalu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi jembatan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Meski sudah dapat digunakan kembali, Camat Onolalu berharap Jembatan Demba sepanjang 13 meter tersebut mendapat perhatian untuk dibangun secara permanen melalui APBD Nias Selatan. Ia memperkirakan konstruksi berbahan kayu tersebut memiliki usia pakai yang terbatas dan berpotensi mengalami pelapukan dalam waktu sekitar satu tahun.

Camat Onolalu, Walaupun Sarumaha. (Foto: RRI/Anoverlis)

“Kami mengharapkan bila berkenan dapat dianggarkan melalui APBD Nias Selatan mengingat kalau jembatan ini paling usianya setahun maka akan mengalami pelapukan. Dan masyarakat juga setelah Indonesia merdeka 81 tahun ini, barangkali setiap tahunnya melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Camat Onolalu juga menyampaikan kondisi Jembatan Mofulu yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Berdasarkan informasi masyarakat dan para kepala desa, proses perbaikan jembatan sepanjang 26 meter itu sebelumnya juga memiliki risiko keselamatan, termasuk warga yang pernah terjatuh dan adanya korban saat mengangkut batang kelapa untuk material perbaikan.

“Jadi, selain itu jembatan Mofulu ini tadi akan juga dikerjakan melalui karya bakti TNI. Dan bahkan bahan material sudah ada di lokasi sebagian dan tinggal beberapa bahan material yang lain karena baru satu abutment yang ada,” kata Walaupun Sarumaha.

Selain persoalan jembatan, Camat Onolalu meminta perhatian pemerintah terhadap sejumlah titik longsor di sekitar wilayah tersebut, termasuk longsor yang berada sekitar 100 meter dari Jembatan Demba dan kerusakan tembok penahan jalan yang menimpa bangunan sekolah.

Ia berharap pemerintah daerah dapat meninjau kondisi tersebut agar akses masyarakat dan kegiatan belajar mengajar tetap aman, sekaligus memastikan infrastruktur vital di Kecamatan Onolalu mendapat penanganan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....