Wabup Nisel Tekankan Tujuan Program Ketahanan Pangan
- 07 Jan 2026 15:46 WIB
- Nias Selatan
KBRN, Nias Selatan: Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache, menekankan bahwa program ketahanan pangan desa diutamakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu bergantung dari daerah lain serta dapat membeli dengan harga yang lebih rendah.
Hal tersebut disampaikan Yusuf Nache saat menghadiri panen cabai perdana di lahan pertanian BUMDes Bulusa yang ada di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Selasa (6/1/2026). Menurutnya, pemanfaatan Dana Desa diarahkan untuk program ketahanan pangan dengan tujuan agar kebutuhan desa dapat terarah.
“Itulah mengapa diarahkan ke program ketahanan pangan, bukan mau mengintervensi anggaran tetapi tujuannya bagaimana kebutuhan desa terarah,” ungkapnya. “Kenapa untuk program ketahanan pangan ini disiapkan lahan satu hektar karena ada dua komoditi yang mau kita siapkan yaitu cabai dan jagung.”
Seperti diketahui, cabai merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi di Kabupaten Nias Selatan yang pasokannya bergantung dari luar daerah. Sementara jagung dipersiapkan untuk mendukung sektor lainnya yang membutuhkan ketersediaan pangan.
Yusuf Nache mengemukakan, Presiden Parowbo telah menyampaikan dalam pertemuan di Hambalang beberapa waktu lalu bersama seluruh Pimpinan Daerah bahwa di masing-masing Kecamatan akan dilaksanakan pembangunan. Pembangunan yang dimaksud diprioritaskan pada bidang perikanan dan peternakan ayam dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kenapa harus disiapkan, supaya ada kemandirian agar tidak perlu mendatangkan dari luar daerah,” ujar Yusuf Nache. “Makanya diarahkan tidak hanya menanam cabai tapi juga menanam jagung sebagai persiapan untuk pakan ternak.”
Ia menambahkan, pada dasarnya Pemkab Nias Selatan memberikan keleluasaan bagi desa untuk menanam jenis komoditi yang dibutuhkan. Dengan harapan program tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan ditingkatkan demi kesejahteraan warga desa.