Panen Bayam di Lahan Pertanian Lapas Teluk Dalam

  • 27 Okt 2025 14:53 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Untuk kedua kalinya, program ketahanan pangan di Lapas Kelas III Teluk Dalam, Nias Selatan, membuahkan hasil.

Kali ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Teluk Dalam, Sukarno, bersama pejabat struktural serta petugas Lapas Teluk Dalam memanen sayur bayam di area lahan pertanian Lapas Teluk Dalam, Senin (27/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Selain itu juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional sebagai tindak lanjut dari Asta cita Presiden dan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Teluk Dalam, Sukarno, menyampaikan bahwa kegiatan panen ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam. Akan tetapi juga bagian dari upaya pembinaan mental dan keterampilan bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian," ujarnya. "Harapannya setelah bebas nanti mereka bisa memanfaatkan keterampilan ini untuk hidup mandiri di tengah masyarakat."

Selain warga binaan, kegiatan panen juga melibatkan petugas Lapas sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun lingkungan Lapas yang mandiri dan ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan komitmen Lapas Kelas III Teluk Dalam untuk terus berupaya memberikan pembinaan yang holistik, memadukan aspek keamanan dengan pengembangan potensi warga binaan.

Dengan kegiatan panen ini, Lapas Teluk Dalam menegaskan perannya sebagai bagian dari sistem pemasyarakatan modern yang tidak hanya menekankan aspek pembinaan moral, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan kemandirian warga binaan. Hal tersebut sejalan dengan Tata nilai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu PRIMA, yang merupakan singkatan dari Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel.

Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Teluk Dalam juga telah melakukan panen hasil pertanian sayuran di area kebun Lapas akhir September 2025 lalu. Tanaman yang dipanen merupakan hasil budidaya yang dikerjakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....