Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Memerlukan Pengawasan Aktif
- 21 Okt 2025 15:13 WIB
- Nias Selatan
KBRN, Nias Selatan: Guna memastikan program ketahanan pangan di masing-masing desa dapat terlaksana dengan baik diperlukan komunikasi serta pengawasan secara aktif utamanya dari para Camat. Terlebih anggaran pelaksanaan program tersebut bersumber dari Dana Desa sehingga wajib dijalankan dan dipertanggungjawabkan.
Hal ini juga telah ditekankan Camat O'o'u, Ricaman Halawa kepada setiap desa yang ada di wilayah tersebut. Pelaksanaannya juga tidak ditangani langsung oleh Kepala Desa namun melalui TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) atau BUMDes.
Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan bahwa program ini harus dilaksanakan sesuai dengan aturan mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, kata Ricaman, ada Tim Daulat Pangan Kabupaten Nias Selatan yang siap membantu membimbing setiap desa
"Dan tetap harus komunikasi dengan Tim ini," ujarnya, Selasa (21/10/2025). "Jadi rata-rata TPK ini mereka sering berkomunikasi dan ini yang berhasil."
Tidak hanya memberikan pemahaman dan penjelasan, lanjut Ricaman, pihaknya juga aktif mengikuti dan memantau perkembangan tahapan yang dilaksanakan desa baik secara langsung maupun melalui WA Grup. Laporan yang diberikan oleh desa menjadi bahan bagi Kecamatan untuk dilaporkan kepada Tim.
"Jadi kami selalu mengimbau, mengingatkan terus para TPK atau BUMDes dan apalagi Kepala Desa untuk melaksanakan dengan benar-benar kegiatan ketahanan pangan," ungkapnya.
Camat O'ou menambahkan, program ketahanan pangan di wilayah tersebut saat ini fokus pada penanaman jagung dan cabai. Dua dari 11 desa di kecamatan itu, yakni desa Bawosaloo Bawoluo dan desa Sukamaju telah masuk pada tahapan perawatan tanaman dan diperkirakan akan panen pada bulan November 2025 mendatang.
"Sampai sekarang baru di desa Bawosaloo Bawoluo yang benar-benar terlaksana karena awalnya mereka menarik dana itu langsung 100 persen termasuk desa Sukamaju sehingga pelaksanaan tidak terkendala dengan dana," kata Ricaman. "Di desa lain sudah membuka lahan, ada yang sedang menanam tapi masih menunggu tahap keduanya (pencairan Dana Desa)."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....