Sirkulasi Buku Perpustakaan Kota Gunungsitoli Meningkat 10 Persen

  • 20 Jul 2026 20:09 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Angka sirkulasi buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah peminjaman koleksi buku yang terus bertambah setiap bulannya, didukung berbagai program literasi dan promosi layanan perpustakaan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Perpustakaan Kota Gunungsitoli, Kasihani Telaumbanua, S.E., mengatakan peningkatan sirkulasi buku tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan perpustakaan, seperti penyelenggaraan lomba meresensi buku, promosi melalui media sosial, serta meningkatnya kunjungan pelajar untuk meminjam maupun mengembalikan koleksi buku. Pada 2025 rata-rata peminjaman mencapai sekitar 200 buku per bulan, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi sekitar 250 buku setiap bulan.

"Peningkatan sirkulasi buku tahun ini dipengaruhi oleh aktifnya promosi perpustakaan di media sosial, penyelenggaraan lomba meresensi buku, serta semakin banyaknya pelajar dan masyarakat yang memanfaatkan layanan peminjaman. Rata-rata peminjaman kini mencapai sekitar 250 buku per bulan atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Kasihani.

Ia menjelaskan, koleksi yang paling banyak diminati masyarakat meliputi novel, buku pelajaran, ensiklopedia, dan berbagai buku pengetahuan umum. Untuk memberikan pelayanan yang optimal, Perpustakaan Kota Gunungsitoli menerapkan dua sistem layanan sirkulasi, yaitu secara digital menggunakan aplikasi Inlislite dari Perpustakaan Nasional berbasis barcode dan sistem manual sebagai alternatif apabila terjadi kendala pada sistem elektronik.

"Seluruh koleksi buku telah dilengkapi barcode sehingga proses peminjaman dan pengembalian dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Inlislite. Namun apabila sistem mengalami kendala, kami tetap memberikan pelayanan secara manual agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan," katanya.

Selain meningkatkan layanan, perpustakaan juga terus berupaya menambah koleksi buku melalui pengadaan dan bantuan dari Perpustakaan Nasional, serta membuka kesempatan bagi masyarakat maupun berbagai pihak untuk mendonasikan buku tanpa persyaratan khusus. Sementara bagi pemustaka yang terlambat mengembalikan buku, petugas akan terlebih dahulu mengingatkan sebelum jatuh tempo. Apabila tidak ada respons, akan diterapkan sanksi berupa pembatasan hak peminjaman dalam jangka waktu tertentu sesuai standar operasional prosedur.

Kasihani berharap masyarakat semakin mengenal layanan Perpustakaan Kota Gunungsitoli dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Ia menegaskan seluruh layanan peminjaman buku terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya sehingga masyarakat dapat membaca koleksi perpustakaan di rumah maupun di mana saja sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi.

"Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa layanan perpustakaan terbuka untuk semua dan seluruh layanan peminjaman buku tidak dipungut biaya. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang datang memanfaatkan koleksi perpustakaan sehingga budaya membaca terus tumbuh di Kota Gunungsitoli," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....