Mitranikasih Laia Kembali Terpilih sebagai Relawan Literasi Masyarakat 2026
- 18 Jul 2026 11:09 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Mitranikasih Laia, S.Si., M.Sc., kembali dipercaya sebagai Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Tahun 2026. Kepercayaan tersebut disyukurinya sebagai amanah untuk terus mendorong tumbuhnya budaya literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak di Kabupaten Nias Selatan.
Mitranikasih mengatakan, terpilih kembali sebagai RELIMA 2026 bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi menjadi tanggung jawab untuk terus melayani masyarakat melalui gerakan literasi. Sebagai putri daerah yang lahir dan besar di Nias Selatan, ia memahami masih adanya tantangan dalam akses terhadap buku dan budaya membaca di wilayah tersebut.

"Setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik tanpa memandang tempat kelahirannya, karena literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana membuka wawasan, menumbuhkan harapan, dan membangun keberanian anak-anak untuk mengembangkan potensi diri," ujar Mitranikasih Laia saat diwawancarai, Sabtu 18 Juli 2026.
Dalam menjalankan amanah sebagai RELIMA 2026, Mitanikasih berkomitmen memperluas jangkauan program literasi yang selama ini dikembangkan melalui dua Rumah Belajar WE CARE di Kecamatan Gomo dan Lahusa. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan secara kolaboratif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sejumlah program yang telah disiapkan di antaranya kegiatan literasi di Sekolah Minggu, program literasi di Rumah Belajar WE CARE, Lomba Literasi Anak bertajuk "Satu Buku, Seribu Cerita", workshop literasi, kegiatan mendongeng atau membaca nyaring di sekolah, serta kolaborasi dengan Bunda Literasi dan Dinas Perpustakaan Daerah

Mitranikasih mengungkapkan, tantangan terbesar dalam meningkatkan budaya literasi di daerah bukan hanya keterbatasan buku dan fasilitas, tetapi juga masih rendahnya kebiasaan membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pengalaman tumbuh di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membuatnya memahami kondisi tersebut secara langsung.
Untuk mengatasi tantangan itu, ia memilih menghadirkan pendekatan belajar yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan anak-anak. Mereka diajak belajar membaca sambil bermain, menulis melalui kegiatan bercerita, mengenal lingkungan sekitar melalui menggambar, serta berdiskusi tanpa rasa takut melakukan kesalahan sehingga proses belajar menjadi lebih menarik.
Melalui berbagai program tersebut, Mitranikasih berharap gerakan literasi dapat terus berkembang di Nias Selatan. Ia optimistis kolaborasi antara relawan, pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan masyarakat akan melahirkan generasi yang gemar membaca, percaya diri, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....