Libur Tahun Baru, Omzet Pedagang Ancol Menurun
- 01 Jan 2026 13:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga sekitar Jakarta untuk menikmati libur Tahun Baru. Selain membludaknya jumlah pengunjung, Ancol juga diramaikan dengan aktivitas para pedagang.
Salah satunya Takdir, pedagang topi yang berjualan di sekitar Dufan. Takdir menyebut kondisi penjualan tidak seramai periode liburan tahun lalu.
Menurut Takdir, faktor cuaca menjadi penyebab utama turunnya omzet penjualannya. “Tidak seperti tahun kemarin, kayaknya karena hujan,” kata Takdir pada rri.co.id di Area Dufan, Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan omzet harian biasanya bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta saat ramai. “Kemarin Cuma laku satu biji topi Rp50 ribu, kacamata dua biji,” ujarnya.
Harga topi yang dijual Takdir berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per buah. Sementara kacamata dibanderol dengan harga Rp25 ribu hingga Rp60 ribu.
Takdir mengatakan hujan membuat aktivitas jual beli terganggu sejak siang hari. Untuk melindungi barang dagangan, ia mengaku menggunakan plastik penutup.
Namun, selain menjual topi dan kacamata, Takdir juga menyediakan jas hujan bagi pengunjung yang membutuhkan. Jas hujan tersebut dijual dengan harga Rp10 ribu per buah dan cukup diminati saat hujan turun.
“Kemarin jas hujan lumayan laku. Kemarin habis dua lusin,” ujar Takdir.
Takdir menambahkan barang dagangannya ini, diperoleh dari koperasi pedagang di kawasan Ancol. Ia menyebut dirinya tidak dikenakan iuran maupun setoran untuk berjualan, namun harus membeli baragng dagangan di koperasi.
Sementara itu, Petugas Satuan Pengamanan Dufan, Herpian menyebut tingkat kunjungan wisatawan tahun ini cenderung lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Namun, ia mencatat jumlah pengunjung hari ini lebih ramai dibandingkan kemarin.
Herpian menjelaskan pengunjung Dufan didominasi kalangan remaja, meski keluarga masih menjadi kelompok terbanyak. “Untuk di sini itu para remaja sih biasanya, tapi untuk keluarga juga banyak,” katanya.
Untuk pengamanan kawasan, Dufan mengerahkan 21 personel satuan pengamanan internal. Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pos masuk, gerbang, hingga area pemeriksaan.
Herpian menegaskan pengamanan di Dufan dilakukan tanpa melibatkan aparat kepolisian. Penambahan personel hanya diterapkan saat terdapat agenda atau event besar di kawasan Ancol.
“Jadi khusus untuk event-event besar Ancol di tambah personilnya, kalau hari biasa itu 17. Cuman kalau hari event itu udah ditambah lagi kadang bisa sampai 27, untuk kemarin aja itu hampir 30-an,” ucap Herpian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....