Saatnya Pemda 'Menjual' Budaya demi Pariwisata yang Maju

  • 05 Sep 2024 16:02 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Bangka : Pemerintah Daerah diminta proaktif untuk 'menjual' budaya kepada wisatawan agar tertarik datang melihat langsung keunikannya. Potensi untuk menjual budaya kepada wisatawan itu sangat besar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terkenal dengan kekayaan adat tradisi dan budaya hingga kini.

Demikian harapan yang disuarakan Tokoh Masyarakat Aik Anyir Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Iskandar.

"Daerah yang pariwisatanya maju dan berkembang itu 'menjual' budayanya, contohnya Bali. Bali itu bisa ngetop dan mendunia karena budayanya. Jadi menurut saya budaya seperti Rebo' Kasan, Ruah Kubur, Mandi Belimau, Nuju Jerami dan sebagainya ini pemerintah daerah harus pro aktif memperkenalkan, menjualnya keluar agar wisatawan tertarik datang melihat," kata Iskandar ditemui RRI.co.id, di sela kegiatan Upacara Adat Rebo' Kasan di Aik Anyir, Kamis (5/9/2024).

Selain itu upaya lain yang perlu dilakukan menurut pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bangka ini, adalah terus menerus memotivasi masyarakat agar merawat budaya leluhur.

"Terus motivasi masyarakat kita untuk terus melaksanakan dan melestarikannya, kalau sudah demikian budaya kita terawat dengan baik, dan akan memberi dampak positif bagi kemajuan pariwisata daerah," ujarnya.

Sementara salah seorang warga Desa Aik Anyir Suhardana, mengungkapkan jika masyarakat setempat masih melaksanakan tradisi tolak bala Rebo' Kasan setiap tahun. Meski diakuinya semakin ada 'pergeseran' terkait prosesi adat yang dilakukan.

"Kalau masyarakat Aik Anyir ini sejak ratusan tahun lalu rutin laksanakan Rebo Kasan. Tapi memang semakin ke sini ada hal-hal ritual yang tidak dilakukan lagi ya, ya harapan kami tradisi ini balik lagi seperti dulu kalau tidak mau punah di masa depan," ucap Suhardana.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....