Pilih Investasi Sektor Riil atau Finansial? Berikut Tipsnya

  • 09 Mei 2025 17:01 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Dalam kondisi ekonomi global yang semakin dinamis, para investor dihadapkan pada pilihan strategis antara menanamkan modal di sektor riil atau sektor finansial. Dalam program Mozaik Indonesia segmen investasi, pilihan tersebut didiskusikan bersama Haris Wibisono dan Intan Immanueal, dosen prodi Akuntansi UKWMS Kampus Madiun.

Haris Wibisono menjelaskan bahwa sektor riil merujuk pada aktivitas ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa secara langsung, seperti industri manufaktur, pertanian, dan perdagangan. Ia menegaskan bahwa investasi di sektor ini memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Investasi di sektor riil secara langsung menciptakan lapangan kerja, mendorong produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi. Meskipun membutuhkan modal besar dan waktu yang lebih panjang untuk memperoleh hasil, dampaknya bersifat jangka panjang dan berkelanjutan,” ujar Haris, Jumat (9/5/2025).

Namun, ia juga mengingatkan bahwa sektor riil sangat sensitif terhadap faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, harga bahan baku, dan kondisi geopolitik global. Oleh karena itu, investor perlu memiliki strategi jangka panjang serta pemahaman mendalam terhadap industri yang dipilih.

Sementara itu, Intan Immanuel memaparkan keunggulan sektor finansial, yang mencakup instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, dan aset kripto. Menurutnya, sektor finansial menawarkan likuiditas tinggi dan potensi keuntungan yang lebih cepat, namun juga mengandung volatilitas yang tinggi. “Sektor finansial cocok bagi investor yang ingin fleksibilitas, bisa masuk dan keluar pasar dengan cepat. Namun, butuh kedisiplinan tinggi dan literasi keuangan yang kuat. Risiko tinggi datang bersama peluang tinggi,” jelas Intan.

Ia juga menyoroti peran teknologi dalam mendorong pertumbuhan sektor finansial, khususnya melalui platform digital dan aplikasi investasi berbasis AI yang kini semakin mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk generasi muda. Menariknya,sebenarnya tidak perlu memilih secara mutlak antara sektor riil dan finansial. Justru, pendekatan investasi yang bijak adalah membagi portofolio ke dalam keduanya berdasarkan profil risiko, tujuan keuangan, dan jangka waktu investasi.

“Diversifikasi adalah kunci. Sektor riil memberi fondasi jangka panjang, sektor finansial memberi fleksibilitas jangka pendek. Keduanya saling melengkapi,” kata Intan. Intan menambahkan bahwa edukasi keuangan sangat penting agar masyarakat tidak terjebak pada iming-iming keuntungan cepat tanpa memahami risikonya.

Keputusan investasi bukan sekadar soal memilih salah satu sektor, melainkan menyusun strategi berdasarkan kebutuhan dan kemampuan. Para narasumber menekankan pentingnya literasi keuangan, perencanaan matang, serta kesiapan menghadapi dinamika pasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....