Sanggar Seni Thiwat Company Lestarikan Seni Budaya Kubar

  • 08 Okt 2024 20:38 WIB
  •  Sendawar

KBRN,Sendawar : Sanggar Seni Thiwat Company merupakan wadah pelestarian seni dan budaya masyarakat Dayak di Kutai Barat (kubar), Provinsi Kalimantan Timur (kaltim).

Melalui sanggar seni ini, kelompok pemuda yang tergabung di dalamnya terus berinovasi dan berkreasi, terutama dalam mengembangkan tari tradisional dan kreasi, dari Etnis Dayak yang mendiami wilayah tersebut.

Mulai dari Etis Tunjung, Benuaq, Bahau, Aoheng, Kenyah dan Etnis Melayu atau Kutai.

Sanggar Seni Thiwat Company berdiri sejak Agustus 2023, dan saat ini sudah memiliki anggota sekitar 70 orang.

Ketua Kelompok Tari Thiwat Company Adlin Rinaldy mengungkapkan, sanggar seni ini dibentuk untuk memperkenalkan dan membagi ilmu seni tari melalui pengembangan potensi generasi penerus.

"Sanggar ini juga selain memberikan edukasi kepada Pelajar SMA, kepada anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) juga kami bina," kata Adlin Kepada RRI, Selasa (8/10/2024).

Menurut adlin, banyak anak-anak sejak usia dini memiliki bakat di bidang seni. Maka dari itu penting adanya sanggar seni untuk melatih mereka dalam mengasah kemampuan, khususnya di bidang seni tari.

"Meski saat ini kami masih menumpang latihan di SMK Kesehatan Kartini Melak, tidak menjadi alasan bagi kami untuk terus berbuat dalam upaya pelestarian ini. Kami yakin dan percaya bahwa melalui kerja keras, ketekunan dan keseriusan, ke depannya Kesenian Kutai Barat bisa di kenal masyarakat luas sampai mancanegara," tegas Adlin.

Ia mengaku, dalam pembinaan latihan, sanggar seni tersebut rutin melaksanakan latihan 3 kali dalam satu minggu, yaitu Senin, Rabu dan Jumat, mulai pukul 16.00 sampai 17.40 wita.

"Alhamdulillah, secara pribadi saya sering tampil di tingkat Provinsi, Nasional bahkan sudah pernah tampil di Luar Negeri. Ya itu tadi, selama kita tekun dan serius, tidak ada hal yang mustahil," ungkapnya.

Karena itu, Adlin mengajak generasi Kutai Barat untuk bergabung dengan Thiwat Company, baik anak-anak termasuk generasi Milenial.

"Kebanyakan untuk menari memang perempuan, tetapi laki-laki pun ada. Di Thiwat Company sendiri ada sekitar 12 orang laki-laki," ajak Adlin

Artinya lanjut pria 28 tahun tersebut, bahwa menari bisa dilakukan oleh siapa saja, karena menari itu tidak terlepas dengan budaya. Tergantung bagaimana cara sebagai masyarakat untuk mengembangkan budaya tersebut.

"Tidak memandang siapa dan gander mu apa. Terlebih kita sebagai laki-laki, bahwa menari bukan ajang untuk menjadi kemayu, tetapi ajang untuk berlomba-lomba meningkatkan kapasitas kebudayaan yang ada di daerah kita," tandas Adlin

Sanggar seni Thiwat Company sendiri, terang Adlin, tidak haya fokus dengan latihan pengembangan bakat, namun juga menerima jasa penampilan tari tradisional dan kreasi untuk acara-acara formal maupun informal.

"Oia kami juga tidak saja menyediakan jasa tarian, bagi masyarakat yang mau sewa baju tradisional juga bisa ke thiwat company," jelasnya.

Jika ingin mengunakan jasa Sanggar seni Thiwat Company, bisa langsung datang ke tempat latihan di SMK Kesehatan Kartini Melak atau menghubungi ke Instagram Thiwat Company.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....