Hari Maritim Nasional, Simak Alasan Indonesia Dijuluki Negara Maritim

  • 23 Sep 2024 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Setiap tahunnya, Indonesia akan memperingati Hari Maritim Nasional yang jatuh pada tanggal 23 September. Namun, tahukah anda, bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki banyak julukan.

Julukan ini bukan tanpa alasan dan tercipta karena karakteristik yang dimiliki Indonesia itu sendiri. Berikut adalah alasan mengapa Indonesia disebut sebagai negara agraris dan maritim seperti dikutip Kemdikbud RI.

Mengenal Indonesia sebagai Negara Maritim

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia tidak bisa dilepaskan dari lautan. Berbagai metafora dalam aspek kehidupan menggunakan banyak ekspresi dari laut.

Ekspresi itu tidak hanya tertuang di dalam lagu "Nenek Moyangku" karya Ibu Soed, tetapi juga berbagai ungkapan seperti "jangan lupa daratan". Atau jika di acara pernikahan, tak jarang kita menemukan ungkapan "selamat mengarungi lautan dan membangun bahtera rumah tangga".

Semua ungkapan tersebut pada dasarnya menguatkan kita kalau Indonesia tidak lepas dari keberadaaan lautan. Dan tentunya semakin meyakinkan bahwa Indonesia disebuat dengan negara martitim.

Secara garis besar, negara maritim adalah negara yang berbatasan dengan laut. Di mana ini memanfaatkan laut untuk keberlangsungan negara, seperti perdagangan, transportasi, perang, dan kegiatan maritim lainnya.

Menurut perhitungan Badan Informasi Geopasial tahun 2015, Indonesia sudah tergolong masuk ke dalam negara maritim. Perhitungan tersebut memaparkan bahwa dari 8,3 juta km² total wilayah di Indonesia, 6,4 juta km²-nya adalah lautan.

Jika dipersentasekan, 62 persen wilayah Indonesia adalah perairan. Dari luasnya laut Indonesia, terdapat 17 ribu pulau dengan garis pantai sepanjang 108 ribu km.

Mengenal Indonesia sebagai Negara Agraris

Selain mendapat julukan sebagai negara maritim, Indonesia juga memiliki lahan pertanian yang luas dan banyak penduduknya yang bekerja di sektor pertanian. Bagi suatu negara, mempunyai lahan pertanian jelas sangat menguntungkan karena ketersediaan bahan pokok akan selalu terjaga.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki sawah seluas 7,4 juta hektar. Jawa Timur menduduki peringkat pertama wilayah dengan sawah terluas yakni 1,2 juta hektar, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Namun, julukan indonesia sebagai negara agraris sedikit terancam. Alasannya karena tiap hari area persawahan perlahan menghilang akibat proyek pembangunan.

Tidak hanya itu, hal itu kemudian diperparah oleh fakta kalau penduduk Indonesia di era sekarang tidak ingin menjadi petani. Kaum millenial dan Gen Z pun enggan menjadi petani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....