BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Panas Beberapa Hari Ini

  • 09 Sep 2024 20:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut suhu panas yang dirasakan masyarakat disebabkan karena tidak adanya tutupan awan di sebagian daerah tersebut. Hal ini karena wilayah tersebut masih berada pada puncak musim kemarau.

“Saat ini, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara masih mengalami puncak musim kemarau. Dimana jarang adanya awan hujan, yang membuat sinar matahari tidak ada yang menghalangi penyinarannya ke bumi,” kata Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam program Kentongan Pro 3 RRI, Senin (9/9/2024).

Beberapa hari terakhir sejumlah warganet mengeluhkan perihal suhu panas, di media sosial X. Suhu panas dirasakan tidak hanya pada siang hari, tetapi juga pada malam hari.

“Pada malam hari panas yang dirasakan masyarakat itu akibat panas matahari yang dilepaskan. Jadi pada saat siang hari bumi menyerap panas matahari, dan akan dilepaskan saat malam hari,” ucap Guswanto.

Jika suatu daerah terdapat tutupan awan pada saat malam hari, panas yang dirasakan cenderung lebih terasa. “Ini yang menyebabkan panas gerah pada malam hari,” ucapnya.

Sementara terkait adanya sejumlah daerah yang mengalami turun hujan dalam beberapa hari terakhir, Guswanto menyebut hal tersebut disebabkan karena fenoma Madden Julian Oscillation (MJO). “Benar, di beberapa wilayah di Jawa Tengah, kemarin diguyur hujan,” kata Guswanto.

Guswanto menerangkan bahwa hujan yang terjadi, bukan menandakan datangnya musim penghujan. “Sesuai prediksi kami, musim kemarau ini masih akan berlangsung setidaknya sampai bulan Oktober,” ucapnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....