Anak Korban Gempa Cianjur Butuh Pendampingan Psikososial
- 24 Nov 2022 09:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan melakukan pendampingan psikososial untuk korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Pendampingan psikososial untuk anak-anak korban gempa ini dilakukan di 11 titik lokasi pengungsian.
"Kegiatan psikososial ini diawali oleh assessment untuk mengetahui kondisi anak-anak yang ada di pengungsian," kata Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian PPPA Elvi Hendrani kepada Pro 3 RRI, Kamis (24/11/2022). Ia menjelaskan, assessment itu dilakukan oleh ahli psikologi dan konselor.
"Assessment ini untuk memetakan untuk menangani trauma berat dan kalau mengalami trauma berat maka harus diobati trauma healingnya," ucapnya. Sedangkan bagi anak korban gempa yang tidak mengalami trauma berat, ujarnya, maka dilakukan pendampingan psikososial.
"Kegiatan-kegiatan lingkungan psikososial seperti melakukan permainan, belajar, dan berdiskusi untuk mengeluarkan isi hati dari si anak yang dilakukan para ahlinya," ucapnya. Kementerian PPPA, ujarnya, juga berkomitmen untuk mendata anak-anak korban gempa Cianjur yang terpisah atau kehilangan orang tuanya.
"Komitmen kami bekerja sama dengan Kemensos memastikan jika anak yang kehilangan orang tuanya memastikan pengasuhan harus berada di keluarga terdekatnya," ucapnya. KemenPPPA akan terus mengawal penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur ini.
Terutama untuk memastikan adanya data terpilah agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran yang dibutuhkan oleh para pengungsi. Di samping itu, KemenPPPA juga akan terus berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait untuk memastikan bahwa hak – hak anak tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....