Wajah Baru Paspor Indonesia, Kado HUT Ke-79 RI

  • 19 Agt 2024 04:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi memberikan kado spesial pada HUT ke-79 Repupblik Indonesia. Hal itu ditandai dengan penyematan warna bendera merah putih dalam desain paspor baru.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly mengapresiasi terhadap kinerja Ditjen Imigrasi yang semakin baik dan banyak membawa perubahan positif, hususnya, desain paspor yang baru. Sekaligus, menjadi duta budaya Indonesia di dunia internasional.

“Paspor dengan desain yang baru ini tidak hanya menjadi identitas kita saat ke luar negeri. Melainkan juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan keindahan dan keunikan Indonesia kepada dunia,” ujarnya, Minggu (18/8/2024).

Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim menjelaskan, desain baru paspor RI lebih dari sekedar perubahan warna sampul semata. Namun, juga dari standar dan rekomendasi internasional yang ditetapkan dalam ICAO Annex 9.

"Di mana setiap negara anggota harus secara berkala memperbarui teknik dan fitur pengaman paspor sesuai dengan perkembangan terbaru. Hal ini dilakukan untuk menghindari upaya pemalsuan," ucapnya.

Perubahan dan peningkatan desain paspor tersebut, lanjut Silmy, dilakukan sebagai respons dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis keimigrasian. Hal itu meliputi aspek politik, hukum, sosial, budaya, dan keamanan.

“Paspor desain baru ini dikhususkan untuk e-paspor. Ada peningkatan dari sisi kualitas bahan baku, penambahan jenis, serta jumlah fitur pengaman," kata dia.

Menurut Silmy, dokumen perjalanan harus memuat teknik dan fitur pengaman yang mampu melindungi dari berbagai upaya pemalsuan. Termasuk, penggantian dan penghilangan halaman buku paspor, khususnya
di halaman biodata.

Kombinasi fitur pengaman yang disematkan pada desain baru paspor RI antara lain cover yang tahan panas, fleksibel, dan mampu melindungi chip. Halaman biodata paspor terbuat dari beberapa lapis polikarbonat dan diberikan coating untuk melindungi permukaannya.

Selain itu, kertas buku paspor juga berpengaman dan sensitif terhadap kimia. Tinta yang digunakan meliputi tinta kasat mata dan tinta tidak kasat mata (fluorescent ink dan infra red ink) yang berpendar di bawah sinar ultraviolet.

Teknologi tinta tersebut juga diterapkan pada benang jahitan buku paspor yang terbuat dari tiga warna. “Dari sisi tampilan, desain lembar paspor menggunakan motif kain khas setiap daerah di Indonesia. Motif tersebut akan berubah bentuk apabila dilihat dengan sinar ultraviolet,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....