Yogyakarta Memiliki Potensi Zakat Sebesar Rp2.5 Triliun

  • 12 Agt 2024 00:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Yogyakarta: Yogyakarta memiliki potensi zakat sebesar Rp2,5 triliun, untuk itu pentingnya optimalisasi pengelolaan zakat dan wakaf di kota itu. Demikian Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono pada acara "Semarak Ekonomi Syariah Yogyakarta, Sabtu (10/8/2024)

Waryono mengatakan realisasi yang dicapai pada tahun 2023 baru sebesar Rp67,5 miliar. Ia mengungkapkan terdapat 11.434 tanah wakaf dengan luas mencapai 417 hektare di Yogyakarta, diantaranya belum dikelola secara optimal.

Ia menekankan arah kebijakan dan transformasi pengembangan Islamic Social Finance (ZISWAF) di Indonesia. Menurutnya penguatan regulasi dan kebijakan dibidang zakat dan wakaf menjadi prioritas utama untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas.

"Efektifitas dalam pengelolaan dana zakat dan wakaf. Kolaborasi antara dana zakat dan wakaf merupakan kunci penting dalam meningkatkan dampak sosial ekonomi di masyarakat," ujarnya.

Waryono juga menyoroti perkembangan digitalisasi dalam sektor zakat dan wakaf. Sistem informasi dan basis data terpadu zakat-wakaf sedang dikembangkan untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat dan wakaf.

Selain itu, upaya penguatan SDM dibidang zakat dan wakaf, khususnya bagi para amil dan nazhir, terus dilakukan . Untuk memastikan mereka lebih profesional dan kompeten dalam menjalankan tugas mereka.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Yogyakarta, Ibrahim memberikan pandangannya yang menekankan pentingnya ekonomi syariah yang inklusif berkelanjutan. Ibrahim menyoroti pertumbuhan sektor ekonomi syariah di Indonesia yang mencapai 11,5 persen tahun ini, dengan potensi permintaan produk halal

Sementara itu, Bekti Hendrianto dari Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Islam Indonesia, menyoroti pentingnya Islamic Social Finance. Sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi, potensi zakat di Indonesia bisa mencapai Rp4.000 triliun, namun diperlukan kolaborasi, inovasi, konsistensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....