Penerapan Kurikulum Merdeka, Wilayah 3T Masih Alami Kesulitan
- 05 Agt 2024 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Penerapan program pendidikan Kurikulum Merdeka dinilai masih memiliki sejumlah kendala. Khususnya, teruntuk sekolah-sekolah di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdalam).
”Perihal ini perangkat-perangkat kurikulumnya susah didapat. Sehingga mungkin mereka kesulitan mendapatkan informasi tentang kurikulum merdeka ini,” kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) Nisa Felicia dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin (5/8/2024).
Sehingga, kata Nisa, kurikulum apapun diterapkan di Indonesia pasti akan menemui persoalan yang sama. Saat ini, tercatat sebanyak lima persen sekolah kesulitan menerapkan Kurikulum Merdeka.
Ditambah lagi, lanjut dia, para tenaga pendidik di wilayah 3T terkendala memahami dengan cepat materi kurikulum merdeka. Selain persoalan akses teknis penyebaran kurikulum melalui jaringan internet, juga diperkirakan akibat faktor kemampuan individu.
”Kalau kita lihat sebagian sekolah guru-gurunya mungkin sudah lebih mempersiapkan diri dari sisi dukungan sistemnya. Sehingga kita memang melihat anak-anak belajar dengan lebih menyenangkan,” ucapnya. (MG/Amelia Nurhayati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....