Pemerintah Bidik Afrika Jadi Prioritas Diplomasi Ekonomi
- 01 Agt 2024 22:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah terus berupaya mendorong peran Indonesia di kancah internasional, khususnya di bidang ekonomi. Salah satu Negara yang menjadi prioritas diplomasi ekonomi tersebut adalah Afrika.
"Afrika merupakan pasar non-tradisional yang sangat potensial bagi produk-produk Indonesia," kata Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kemlu RI, Dindin Wahyudin, Kamis (1/8/2024). "Sejak 10 tahun terakhir, Indonesia gencar membuka akses pasar di Afrika, termasuk melalui pembukaan empat Kedutaan Besar baru di Afria," katanya.
Selain itu, lanjutnya, kerja sama dengan Afrika harus terus berlanjut dalam kerangka Selatan-Selatan. Kerja Sama Selatan-Selatan merupakan skema kerja sama antarnegara berkembang yang dilakukan melalui berbagai hubungan bilateral dan atau multilateral secara mutual.
"Kesempatan besar bagi pengusaha Indonesia untuk menjual produk ke Afrika. Dan pemerintah hadir untuk memfasilitasi kita para pengusaha untuk go to Africa," kata Dindin.
Menurut Dindin, negara-negara di Afrika membutuhkan hampir semua produk Indonesia seperti minyak sampai biskuit. Dindin pun menegaskan, tanpa peran serta dari swasta dan UMKM maka pemasaran produk Indonesia di Afrika kurang berhasil.
Diketahui, The 2nd Indonesia-Africa Forum (IAF) 2024 ke-2 akan mengundang 28 kepala negara atau pemerintahan. Serta 800 organisasi internasional dan digelar di Bali pada 1-3 September 2024.
Tema utama IAF ke-2 adalah "Bandung Spirit for Africa's Agenda 2063,". Di forum ini akan menyoroti transformasi ekonomi dan isu-isu strategis lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....