Gelombang PHK Massal Industri Tekstil Dalam Negeri

  • 30 Jul 2024 23:25 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Jakarta: Fenomena gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di industri tekstil dalam negeri marak dan masih berlanjut. Diketahui, sudah 14.500 orang pekerja tekstil yang menjadi korban PHK per Juli 2024, (SINDONews.com).

Hasil penelusuran Kementerian Investasi, gelombang PHK industri tekstil terjadi karena beberapa faktor. "Ada dua masalah, pertama itu mesinnya sudah tua. Yang kedua, biaya ekonominya lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain," ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam Konferensi Pers di Jakarta, baru-baru ini.

Bahlil mengakui, benar adanya PHK di beberapa tempat di Jawa Barat, itu ada yang satu relokasi pabrik dari Jawa Barat ke daerah lain, satunya lagi pabriknya ditutup," ujar Bahlil.

Kendati demikian, dia meminta agar para pekerja tidak cepat putus asa ataupun menyerah. Pasalnya, meski ada pabrik yang tutup, masih ada pabrik-pabrik yang baru dibuka dan siap menyerap tenaga kerja.

"Jangan bersedih, namanya ada yang pergi tentu ada yang datang. Kita contohnya baru-baru ini meresmikan pabrik sepatu di kawasan industri terpadu Batang, lapangan kerjanya bisa tercipta hingga 2 ribu lebih," tutur Bahlil.

Sementara itu, gelombang protes atas Permendag Nomor 8 Tahun 2024, terus bergulir dari para buruh dan pengusaha tekstil serta produk tekstil (TPT) berteriak serempak akibat gulung tikar berjamaah. Lima dari enam pabrik di Jakarta hanya tersisa satu, yakni PT Century Textil atau PT Centex di Ciracas, Jakarta Timur.

Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jakarta, Andre Nasrullah mengatakan meski satu-satunya pabrik tekstil yang bertahan, PT Centex beroperasi jauh dari kata layak. Dia menyebutkan mesin-mesin produksi tekstil sudah sebagian dimatikan.

"PT Centex itu perusahaan terbesar tekstil di Jakarta, itu beroperasi dari tahun 80-an. Centex itu terbesar, kurang lebih 5-6 hektare, tapi sekarang mesin-mesinnya dimatiin, sebagian besar operasi mesinnya diberhentikan," tutur Andre selepas orasi unjuk rasa di depan Gedung Kemendag, Jakarta.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....