BMKG Jelaskan Faktor Penyebab Utama 'Urban Heat Island'
- 30 Jun 2024 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: BMKG menjelaskan faktor penyebab utama terjadinya fenomena Urban Heat Island di wilayah perkotaan Indonesia. Penyebab utama suhu panas tidak normal di wilayah perkotaan, salah satunya akibat banyaknya beton-beton bangunan.
"Ini terjadi karena wilayah perkotaan yang banyak dibangun oleh beton-beton bangunan. Lalu, penutupan lahan lainnya seperti aspal untuk jalan raya yang menyebabkan menyimpan banyak panas oleh matahari pada siang," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan saat berbincang dengan PRO3 RRI, Minggu (30/6/2024).
Suhu panas yang tersimpan di dalam beton bangunan dan aspal, kata Ardhasena, terlepas ketika matahari terbenam. Akibat pelepasan itu, maka suhu perkotaan pada sore hingga malam hari masih terasa panas.
"Sehingga wilayah perkotaan tersebut lebih panas dari wilayah sekitarnya. Sehingga, itulah yang dinamakan Urban Heat Island," ucapnya.
Fenomena Urban Heat Island, menurut BMKG, suhu panas di perkotaan bisa menembus 40 derajat celcius. Jika pada suhu normal, seharusnya mencapai 35-36 derajat celcius.
"Efek panasnya itu bisa teramplifikasi karena efek perkotaan tersebut. Seharusnya, panasnya biasanya diredam, kalau masih banyak vegetasinya (tumbuhan hijau) ini," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....