Menkominfo Sebut Serangan Ransomware Indonesia Masih Rendah

  • 27 Jun 2024 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, dampak serangan virus Ransomware di Indonesia masih rendah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja di Komisi I DPR membahas perkembangan penanganan sistem Pusat Data Nasional (PDN).

Menurutnya, serangan Ransomware terbesar terjadi di Amerika Serikat hingga 40 persen menyerang pusat data setempat. Meski demikian, lanjut dia, serangan Ransomware membuat beberapa layanan publik di dalam negeri lumpuh sementara.

"Tidak ada negara di seluruh dunia yang tidak terkena serangan Ransomware, Indonesia terkena dampak rendah sekitar 0,67 persen. Terbesar adalah Amerika Serikat 40,34 persen, Canada 6,75 persen, Inggris, 6,44 persen, Jerman 4,92 persen, dan Prancis 3,8 persen," kata Budi, di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kamis (27/6/2024).

Menurutnya, sistem PDN yang terkena serangan siber Ransomware merupakan sistem versi terbaru. Belajar dari kasus ini, dia memastikan, akan memperkuat pertahanan sistem PDN Indonesia.

"Jadi sebenarnya virus Ransomware yang menyerang Indonesia ini adalah versi yang terakhir, latest version. Versi yang terkahir sehingga menjadi perhatian seluruh dunia terhadap Ransomware ini," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....