Menhan Kukuhkan KRI Dokter Wahidin Sudirohusodo
- 03 Nov 2022 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, mengukuhkan nama Kapal perang Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Wahidin Sudirohusodo. Pengukuhan KRI bernomor lambung 991 dilakukan di Dermaga TNI AL, Pondok Dayung, Jakarta Utara, Kamis siang (3/11/2022).
"Dengan ini nama dr Wahidin Sudirohusodo saya kukuhkan jadi nama KRI dr Wahidin Sudirohusodo dengan nomor lambung 991," kata Prabowo. Saat pengukuhan, Prabowo didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dan ahli waris Wahidin Sudirohusodo.
Pengukuhan ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan KRI dan pembacaan Riwayat Hidup dr Wahidin Sudirohusodo. Selanjutnya, dilanjutkan pernyataan pengukuhan nama KRI yang ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menhan RI didampingi Kasal.
Prabowo mengatakan, pemberian nama pahlawan nasional kepada kapal tersebut membuktikan Indonesia selalu ingat dengan asal usul kita. Hal itu dikarenakan Indonesia merdeka karena pengorbanan keteladan dan kepemimpinan para pahlawan nasional.
Prabowo juga mengapresiasi TNI AL yang terus melestarikan cinta tanah air melalui pemberian nama pahlawan nasional pada alutsistanya. "Ini juga menunjukan bahwa bangsa Indonesia, khususnya TNI AL selalu mengingat dan menghargai jasa para pahlawannya," ujarnya.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (KRI WSH-991) merupakan karya PT PAL Indonesia, Surabaya. Kapal ini merupakan kapal bantu rumah sakit yang berfungsi mendukung layanan kesehatan.
Baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. "Kita bangga bahwa putra putri Indonesia sekarang sudah mampu membuat kapal kapal yang cukup rumit dan cukup besar," ujar Prabowo.
Lebih lanjut Prabowo mengatakan, Angkatan Laut yang kuat adalah mutlak diperlukan oleh negara kepulauan seperti RI. Karena itu, kata dia, Kemenhan dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bertekad untuk terus memperkuat kekuatan TNI AL.
"Sesunguhnya, kekuatan AL adalah kebanggaan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia. TNI AL yang kuat ditopang dengan TNI AD dan AU yang kuat, akan menjamin kemerdekaan dan kedaulatan kita," katanya.
"Tidak ada rakyat yang bisa sejahtera tanpa negara yang kuat. Dan tidak ada negara yang kuat, tanpa pertahanan yang kuat," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasal Yudo mengatakan, KRI dr Wahidin Sudirohusodo merupakan produk industri dalam negeri. Hal ini disebut Kasal, sebagai upaya TNI AL mensukseskan program pemerintah
"Yakni membangun kemandirian industri pertahanan dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri," kata Kasal. Ia berharap, dengan pemanfaatan secara terus-menerus dan konsisten ini akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri pertahanan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....