Kotawaringin Timur Bersiap Hadapi Karhutla
- 10 Jun 2024 03:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur menyebut ada potensi bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kedua bencana tersebut diprediksi terjadi bersamaan tahun ini.
Kepala BPBD Kotawaringin Timur, Multazam mengatakan, saat ini Kota Waringin Timur masih pada masa transisi. Karhutla sendiri diperkirakan terjadi sekitar bulan Agustus.
“Data dari BMKG, karhutla diprakirakan bulan Agustus. Namun, berhubung ada agenda kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN), diperintahkan kepada kita untuk bersiaga, karena akibatnya akan berdampak banyak nantinya,” ujarnya.
Selain agenda di Ibu Kota Nusantara, agenda lainnya adalah Pilkada. Kegiatan ini menjadi parameter untuk penetapan status (karhutla) ke depannya.
Ada beberapa wilayah risiko tinggi karhutla di Kota Waringin Timur, yakni mulai dari Teluk Sampit hingga daerah Cempaga. Di kedua wilayah tersebut ada tujuh hingga delapan kecamatan yang harus diwaspadai karena kawasan gambut.
Selain kawasan gambut, menurut Multazam, ada banyak perumahan baru yang akses jalannya masih terbatas. Sehingga, mempersulit evakuasi dan proses pemadaman ketika terjadi karhutla.
“Yang harus diwaspadai adalah daerah gambut dalam. Indikasi-indikasi karhutla sudah diberi sinyal, semisal air muka gambut sudah turun dari 40 cm sekarang minus 60 cm. Ini menjadi peringatan dini agar masyarakat waspada,” kata dia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada seluruh pihak terkait untuk mewaspadai potensi karhutla. Khususnya, di wilayah yang curah hujannya sangat rendah, atau kurang dari 50 mm per bulan.
Berdasarkan hasil monitoring hotspot lewat satelit, saat ini sudah mulai muncul titik-titik api di daerah rawan karhutla. Sehingga, diperlukan perhatian khusus untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di sepanjang musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....