Andi Mallarangeng: Presidential Club Mendorong Dialog Konstruktif
- 04 Mei 2024 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menilai, Presidential Club dapat mendorong dialog konstruktif kepemimpinan negara. Hal itu merupakan langkah memadai dalam memanfaatkan kebijaksanaan mantan presiden, untuk mendukung kepemimpinan baru.
Ia menekankan, konsep Presidential Club telah menjadi kebiasaan di negara-negara demokrasi lain, seperti Amerika Serikat. Di sana, mantan presiden memiliki forum informal untuk berbagi pengalaman, dan memberikan masukan kepada presiden yang sedang menjabat.
Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap kebijakan publik. Bukan hanya itu, Presidential Club diyakininya meredakan tensi politik yang mungkin muncul.
"Mereka merumuskan pikiran-pikiran bersama untuk memberi masukan kepada Presiden yang sudah menjabat. Bahkan Presiden yang sudah menjabat bisa meminta saran dari mereka," katanya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Jumat (3/5/2024).
Andi juga menyebutkan, Presidential Club tidak hanya akan berfungsi sebagai wadah untuk pertukaran pikiran dan pengalaman. Wadah ini juga sebagai sarana mempererat silaturahmi di antara mantan presiden dan presiden yang sedang menjabat.
"Rakyat pun juga pasti senang, rakyat melihat tokoh-tokohnya, mantan-mantan presidennya bisa duduk bersama, berdiskusi, bertukar pikiran. Bahkan sumbang saran kepada presiden yang sedang menjabat," ujar mantan Menpora ini.
Ia menegaskan, Presidential Club bukanlah lembaga resmi, namun sifatnya informal. Sehingga, tidak perlu diukur tingkat keberhasilannya secara langsung.
Hal ini penting menurutnya demi terwujudnya dialog konstruktif dan kontribusi yang berarti, bagi kepemimpinan dan kebijakan negara. Sehingga, walaupun masih dalam tahap perencanaan, Presidential Club dapat memperkuat demokrasi, dan merawat keberagaman pandangan di dalam negeri.
"Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari wacana ini. Apakah Presiden Prabowo akan mendorongnya dan bagaimana respons dari mantan presiden, serta masyarakat luas," ucapnya.
Presiden RI terpilih Prabowo Subianto mewacanakan pembentukan Presidential Club. Prabowo ingin Presidential Club menjadi wadah presiden yang sedang menjabat dengan presiden terdahulu.
Presiden RI Joko Widodo menyambut positif usulan tersebut. Ia bahkan tidak keberatan, jika pertemuan Presidential Club digelar tiga kali dalam sepekan.
"Bagus, bagus, bagus. Ya dua hari sekali (Presidential Club bersilaturahmi, red) enggak apa-apa," kata Presiden Jokowi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....