Ratusan Penyandang Disabilitas Tampil di Hadapan Delegasi Asia-Pasifik
- 21 Okt 2022 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sebanyak 105 penyandang disabilitas unjuk potensi pada Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Pasifik untuk Penyandang Disabilitas (HLIGM APDPD) 2022. Mereka berasal dari 64 negara.
Adapun mereka yang tampil merupakan disabilitas rungu, wicara, intelektual, netra, daksa. Bahkan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) hingga Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).
“Saya tidak mengira ternyata bagus sekali. Mereka melakukannya dengan sangat baik. Belum tentu yang non-disabilitas bisa berkolaborasi sebagus itu,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, usai gala dinner di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (20/10/2022) malam.
Acara yang digelar di halaman kantor Kementerian Sosial itu menampilkan berbagai tarian dan musik dari berbagai daerah di antaranya Jawa, Bali, dan Sumatera. Beragam tarian yang ditampilkan di antaranya Tari Puspawresti, Tari Wirata, Perkusi, Tari Badaya Wayang, Tari Saman, Tari Dindin Badindin, Tari Payung, Tari Gandrung Kipas dan Reog.
Menurutnya, tarian yang ditampilkankan dalam acara gala dinner bersama delegasi HLIGM-APDPD itu menambah optimisme baru bagi para disabilitas. Mereka dapat saling belajar dan berkolaborasi di tengah keterbatasan.
“Sebagian dari mereka ada yang tuna rungu dan down syndrome tetapi mereka cepat mengerti ketukan. Sempat ada perubahan posisi tetapi ketika diajari sebentar mereka sudah bisa mengerti blocking,” ujarnya
Lebih lanjut, Risma mengajak masyarakat dunia untuk mempromosikan, melindungi. Serta memastikan pemenuhan semua hak asasi manusia dan kebebasan penyandang disabilitas.
“Kita harus memperluas akses pendidikan dan perawatan kesehatan berkualitas bagi penyandang disabilitas, berinvestasi dalam desain infrastruktur universal. Sekaligus memperdalam inklusi keuangan, kesempatan kerja yang setara, dan partisipasi yang berarti,” katanya.
Menurutnya, pemerintah di dunia perlu memiliki program perlindungan sosial yang efektif bagi mereka rentan. Sekaligus memastikan esensi mendasar dari perluasan akses ke layanan kebutuhan dasar yang tersedia bagi penyandang disabilitas.
Ia memastikan kementeriannya telah memberikan peluang kepada penyandang disabilitas dengan memaksimalkan potensi mereka. "Para penyandang disabilitas diberikan pelatihan kewirausahaan untuk menjemput peluang kemandirian," ucapnya.
"Di antara pelatihan tersebut, para penyandang disabilitas juga diberikan keterampilan merakit tongkat adaptif dan kursi roda untuk cerebral palsy. Seperti yang dilakukan di Sentra Terpadu Inten Suweno Cibinong," katanya, menambahkan.
Risma berharap HLIGM-APDPD 2022 yang diselenggarakan di Indonesia semakin memperkuat komitmen negara-negara di dunia, utamanya di kawasan Asia-Pasifik. Untuk melindungi dan memenuhi hak-hak disabilitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....