Wamenkominfo: Waspada Praktik Penipuan Belanja Daring
- 16 Apr 2024 21:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengingatkan masyarakat untuk waspada. Terhadap praktik penipuan dalam berbelanja daring dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Salah satu penipuan belanja daring dengan menyalahgunakan AI adalah praktik manipulasi suara tokoh publik. Di mana seolah-olah tokoh publik tersebut mempromosikan produk yang dijual.
"Kita bekerja sama dengan platform digital untuk sama-sama melakukan monitoring atas penyalahgunaan teknologi AI, terutama upaya-upaya yang sifatnya manipulatif menggunakan suara seseorang. Biasanya tokoh masyarakat, tokoh publik, atau selebriti dalam rangka untuk mempromosikan barang yang sebenarnya tidak pernah dilakukan," kata Nezar, Selasa (16/4/2024).
Nezar menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar etika. Tetapi juga merugikan konsumen dan dapat berdampak buruk bagi tokoh publik yang namanya dicatut.
Ia mengatakan pihaknya telah menetapkan sejumlah langkah dalam mengatasi masalah tersebut. Pertama masyarakat diimbau untuk melaporkan konten-konten yang mencurigakan saat berbelanja daring.
"Kedua platform digital juga harus melakukan pemantauan melalui patroli siber untuk mengidentifikasi konten yang melanggar aturan. Ketiga, apabila konten tersebut melanggar hukum atau aturan yang berlaku, Kementerian Kominfo akan mengambil tindakan, seperti memblokir atau meminta platform digital untuk menurunkan konten tersebut," ujarnya.
Kementerian Kominfo juga telah berkoordinasi dengan berbagai lembaga, termasuk Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Nezar mengaku pihaknya telah banyak mendengar tentang penyalahgunaan AI yang merugikan konsumen saat berbelanja daring.
Lebih lanjut Nezar juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan kritis. Dalam menyikapi konten yang mereka temui di ruang digital.
"Jadi misalnya kalau ada satu tokoh dengan nama besar yang mempromosikan satu produk yang kira-kira kurang masuk akal. Masyarakat perlu waspada, jangan cepat percaya," ucapnya.
"Yang penting jangan terkecoh. Jangan sampai tertipu oleh begitu banyaknya promosi-promosi yang mencatut nama tokoh-tokoh publik," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....