Menteri PPPA Serukan Perlindungan untuk Perempuan dan Anak

  • 15 Mar 2024 07:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, mengajak semua pihak memajukan agenda perempuan, perdamaian, dan keamanan. Seruan itu untuk mewujudkan Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS).

"Melalui dialog dan kegiatan hari ini, kami berharap dapat mengidentifikasi peluang baru. Belajar dari pengalaman bersama untuk memajukan perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak dalam situasi konflik sosial," kata Bintang dalam "Dialog dan Peluncuran Laporan RAN P3AKS 2014-2023" di Jakarta, Kamis (14/3/2024).

Langkah kongkret penerapan agenda perempuan, perdamaian, dan keamanan, kata Bintang, telah dilakukan oleh kelompok kerja (pokja) P3AKS. Namun demikian, ia berharap, komitmen dan kinerja dapat ditingkatkan demi menuju perubahan transformatif di lingkup nasional, maupun global.

"Mudah-mudahan, laporan hari ini dapat kita implementasikan dengan sebaik-baiknya untuk memberikan perlindungan, pemberdayaan kepada perempuan serta anak. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju," ujar Bintang

Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK, Sorni Paskah Daeli (kanan) menyerahkan Laporan RAN P3AKS 2014-2023 kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga

Dalam laporan pelaksanaan RAN P3AKS 2014-2023, sebanyak 12 provinsi telah mengesahkan Rencana Aksi Daerah maupun kelompok kerja P3AKS. Pengesahan tersebut tertuang dalam peraturan maupun surat keputusan gubernur.

Hal ini menunjukkan pencapaian dalam koordinasi dan penguatan kelembagaan daerah dalam pencegahan, penanganan, dan pemberdayaan. Ini juga mendorong partisipasi perempuan dalam situasi konflik sosial di Indonesia.

Selain itu, telah dibuatnya kerangka pemantauan dan evaluasi RAN P3AKS untuk mendukung dan memastikan pelaksanaan yang efektif. Data untuk pembuatan kebijakan terkait perempuan dan perdamaian yang lebih terinformasi pun tersedia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....