Kemendikbudristek Luncurkan Mustika Rasa Kini untuk Kedaulatan Pangan
- 01 Mar 2024 07:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendukung gagasan program Mustika Rasa Kini (MRak). Menggandeng Ruang Basbesth Bercerita (RBB), program tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam menggali warisan kedaulatan pangan Indonesia.
"Pemerintah mendukung penuh inisiasi ini. Baik dalam hal pendanaan maupun akses terhadap data-data penelitian terkait kedaulatan pangan," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid saat kick-off program Mustika Rasa Kini di Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Menurutnya, kedaulatan pangan penting digaungkan kembali agar Indonesia tidak ketergantungan pada satu bahan pokok, seperti beras. Dia mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan utamanya karbohidrat yang dapat dikonsumsi.
"Lewat Mustika Rasa Kini ini, kami ingin menggali bahan pangan karbohidrat di masa lalu yang bisa dikonsumsi saat ini sebagai alternatif. Karena Indonesia sebenarnya memiliki banyak bahan pangan karbohidrat yang bisa dikonsumsi, seperti jagung, singkong, ubi, kentang, bahkan porang," katanya, mengungkapkan.
Dia mengatakan, buku Mustika Rasa Kini akan dibuat versi digital. Hal ini, lanjut Hilmar, untuk memudahkan generasi muda dalam mengakses resep masak di masa lalu dari bahan pangan yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Dia berharap, Program MRK dapat memberi kontribusi positif dalam pelestarian warisan kuliner Indonesia. "Sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kedaulatan pangan bagi bangsa," ucap Hilmar.
Sementara itu, Direktur Ruang Basbeth Bercerita (RBB), Ismail Basbeth mengatakan, ide awal tercetusnya Mustika Rasa Kini berasal dari sebuah buku monumental berjudul 'Mustika Rasa'. Buku yang diterbitkan di era Presiden Soekarno ini merupakan resep masakan dari seluruh Indonesia.
"Dengan berbasis pada intelektual property (IP), Mustika Rasa Kini akan menceritakan dan meneliti. Sekaligus membandingkan resep-resep masakan Indonesia dari masa lalu hingga kini," kata Ismail.
Dia mengaku bangga dapat diajak berkolaborasi dengan Kemdikbudristek dalam Program Mustika Rasa Kini. Terlebih, program tersebut memiliki tujuan jangka panjang yang diidamkan bangsa Indonesia, yaitu kedaulatan pangan.
Dia menjelaskan, nantinya program ini akan menggerakkan sembilan agenda utama, antara lain seminar, lokakarya, aktivasi acara dan sosialisasi, duta program, situs web dan aplikasi. Kemudian konten (video, audio, podcast), series dokumenter, film cerita, serta rilis buku Mustika Rasa Kini yang sudah direvisi.
"Kami juga akan menciptakan katalog cita rasa masakan Indonesia. Melalui berbagai bentuk tayangan audio visual, situs web, aplikasi dan program workshop serta seminar," katanya, menjelaskan.
Sebagai informasi, buku Mustika Rasa memiliki 1.200 halaman berisi sekitar 2.500 resep masakan dari seluruh wilayah Indonesia. Buku tersebut dikerjakan sebuah panitia di Departemen Pertanian, yang mencerminkan upaya Presiden Soekarno dalam merancang politik kedaulatan pangan pada awal dasawarsa 1960-an.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....