BRIN Komentari Soal Fenomena Angin Tornado

  • 25 Feb 2024 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyatakan bahwa fenomena yang belakangan ini terjadi belum sepenuhnya bisa dikatakan tornado. Sebab, angin puting beliung mau tornado itu memiliki beberapa ciri khas.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan mengatakan bahwa menyatakan hal itu harus dilihat secara seksama. Karena pada umumnya yang namanya angin besar atau pusaran, biasanya berada di tengah laut.

"Ada yang dari laut terbentuk dan paling jauh hanya sampai bibir pantai. Akan tetapi, yang ini harusnya di tengah laut malah tumbuh atau timbul di darat," katanya dalam perbincangan Pro3 RRI, Minggu (25/2/2024).

"Inilah yang jadi aneh. Sehingga orang melihat seperti peristiwa ini sebagai tornado pertama di Indonesia."

Oleh karena itu, Eddy, dan pihaknya tidak ingin gegabah, semua diserahkan kepada badan resmi yang mengawasi. Serta juga memonitor dengan alat-alat, dan skill-nya, yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Saya yakin, BMKG ini kehatian-hatiannya sudah sangat tinggi. Terutama sebelum mendefinisikan apakah ini tornado atau puting beliung biasa," kata dia.

Menurut pengamatannya pada saat kejadian, kecepatan yang ada sekitar 50-60 atau 60-70 km ketika angin itu berputar. Sedangkan, kalau tornado di Amerika standarnya memiliki kecepatan di atas 120 km/jam.

Kemudian lokasi dampaknya begitu dahsyat, sedangkan ini kategorinya masih localizes (masih melokal). Oleh karena itu, BRIN mengatakan hal ini masih terbilang susah untuk mengidentifikasi nama angin.

"Kalau dilihat dari dampak ekonomi saya pikir di Amerika jauh lebih tinggi. Biasanya ketika timbul tropical cyclone, kita langsung menamakannya cempaka, dahlia, atau seroja," katanya kembali.

"Ini mungkin baby-nya tornado karena proses pembentukannya mungkin mirip. Hanya saja skalanya baik size-nya, dampak, kecepatannya berputar tidak seperti tornado."

Sebelumnya, bencana angin puting beliung telah menghantam sebagian Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (21/2/2024) sekitar pukul 15.30 WIB, dan merusak ratusan rumah warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....