Ini Tradisi Imlek yang Populer di Indonesia
- 07 Feb 2024 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
K BRN, Jakarta: Pergantian tahun dalam kalender Tiongkok lebih dikenal dengan perayaan tahun baru Imlek. Tahun Baru Imlek menjadi momen penting bagi warga Tionghoa di Indonesia.
Perayaan ini diharapkan membawa berkah dan kemakmuran sepanjang tahun. Dalam merayakan Imlek, setiap keluarga tentu memiliki cara dan kebiasaannya masing-masing.
Namun, ada beberapa tradisi turun-temurun yang dipercaya bisa membawa keberuntungan dan selalu dilakukan saat Hari Raya Imlek. Berikut Beberapa tradisi yang populer di Indonesia:
1. Bersih-bersih Rumah
Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, bersih-bersih rumah saat Imlek memiliki makna. Salah satunya membuang segala macam keburukan dan kesialan yang biasanya dilakukan satu hari sebelum hari raya Imlek.
Akan tetapi, beberes dan bersih-bersih seperti menyapu justru pantang dilakukan selama Imlek. Sebab maknanya justru dapat membuang rezeki yang hendak datang ke penghuni rumah.
Jika ingin membersihkan rumah saat Imlek tetap bisa dilakukan. Namun tidak boleh menyapu dari dalam ke luar rumah.
Jika ingin menyapu harus dari luar ke dalam. Debu dan kotoran bisa disimpan dulu dan dibuang setelah lewat hari raya Imlek.
2. Serba Warna Merah
Perayaan Imlek identik dengan penggunaan warna yang serba merah. Warna merah dipercaya sebagai warna pembawa keberuntungan atau pembawa hoki bagi masyarakat Tionghoa.
Selain itu, warna merah juga melambangkan kekuatan dan kesejahteraan. Terdapat legenda yang mendalam seputar warna merah.
Disebutkan, ribuan tahun lalu monster bernama Nian menyerang penduduk desa pada hari pertama setiap tahun baru. Monster tersebut, menurut legenda, takut dengan suara keras dan warna merah.
Itulah alasannya, warna merah dipakai oleh masyarakat Tiongkok sebagai warna pakaian dan dekorasi untuk mengusir hal jahat. Jadi jangan heran jika dalam perayaan Imlek, kita akan banyak melihat warna merah bertebaran.
3. Berbagi Angpao
Salah satu tradisi Imlek di Indonesia yang paling ditunggu, khususnya oleh anak-anak adalah menerima angpao dari orang yang lebih tua. Angpao ini sebagai simbol pemberian rezeki kepada anak-anak dan orang tua.
Biasanya yang boleh memberikan angpau adalah mereka yang sudah menikah. Para lajang tak perlu ikut membagikan amplop.
Namun para lajang yang sudah dewasa dan bekerja dianggap tidak perlu lagi diberi angpau, meski sebenarnya sah-sah saja bila diberi angpau.
4. Menyediakan Kue Keranjang, Jeruk dan Hidangan Khas Imlek
Salah satu kue yang identik dengan tradisi Imlek di Indonesia adalah kue keranjang. Dengan cita rasa yang manis, kenikmatan kue ini sudah pasti tidak diragukan.
Memakan kue keranjang di negara asalnya, Tiongkok, dianggap sebagai simbol rezeki yang lebih baik di tahun baru. Selain kue keranjang biasanya juga disediakan Buah jeruk, seperti jeruk santang, mandarin, ataupun jeruk ponkam.
Bukan cuma disediakan untuk keluarga, jeruk terkadang diberikan sebagai hadiah untuk kerabat yang merayakan Imlek. Perayaan Imlek juga tak lengkap jika belum menyajikan makanan yang istimewa, terdapat makanan khas Imlek yang selalu disuguhkan di meja
Seperti, pangsit dan dumpling, siu mie, lumpia, sup, ikan bandeng dan makanan laut lainnya. Menarik bukan?
5. Menyalakan Petasan dan Kembang Api
Kembang api tidak hanya menerangi langit saat malam perayaan Imlek, tetapi bunyi dentumannya yang keras dipercaya dapat menakuti roh jahat. Tak hanya di Indonesia, masyarakat di China bahkan menyalakan kembang api selama 15 hari pertama perayaan Tahun Baru Imlek.
Kembang api sendiri pertama kali ditemukan bangsa China sekitar abad ke-7 kalender Masehi. Saat itu, kembang api digunakan untuk mengusir roh jahat.
Hal sama dilakukan pada Tahun Baru China hingga menjadikannya identik pada perayaan tahun baru. Itu dia beberapa tradisi Imlek di Indonesia, perayaan Imlek seringkali diwarnai dengan berbagai tradisi yang berbeda-beda tergantung pada daerah dan keluarga tertentu.
Meskipun perayaan ini merupakan tradisi Tionghoa, banyak komunitas di seluruh dunia merayakannya. Ini sebagai bentuk dari upaya untuk merayakan keberagaman dan memahami budaya satu sama lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....