Ratusan Pompa Dikerahkan Kuras Banjir di Jakarta
- 06 Okt 2022 06:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, sebanyak 820 pompa dikerahkan untuk menguras genangan air di Jakarta. Pengerahan pompa stasioner tersebar di sejumlah titik banjir.
Di antaranya 46 pompa di Jakarta Barat, 87 Jakarta Timur, dan 95 Jakarta Pusat. Sebanyak 95 pompa juga dikerahkan di wilayah Jakarta Utara.
Selain itu, pompa mobil juga dikerahkan di sejumlah titik. Di antaranya 116 Pompa di Jakarta Barat, 75 Jakarta Selatan, 93 Jakarta Timur, dan 64 Jakarta Pusat. Sebanyak 109 Pompa pun dikerahkan di Jakarta Utara.
“Hasil kaji cepat sementara, banjir sudah mulai berangsur surut di beberapa ruas jalan utama. Namun masih terpantau terdapat genangan di sejumlah lokasi,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (5/10/2022).
Selain itu, lanjutnya, distribusi logistik juga telah disalurkan sebagai pemenuhan kebutuhan dasar para warga terdampak. Tercatat sedikitnya 18 Kelurahan terdampak banjir di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
Di antaranya Petogogan, Pela Mampang, Bangka, Pejaten Barat, Pondok Pinang, Kalibata, Mampang Prapatan, Cipete Utara, Cipete
Selatan, Gandaria Selatan, Kebon Jeruk. Warga Kembangan Selatan, Kebon Pala, Duren Sawit, Pinang Ranti, Makasar, Cipinang Melayu dan Cipinang Muara pun terdampak.
Banjir setinggi 120 sentimeter itu berdampak pada 41 KK/177 jiwa. Sejumlah warga juga memilih untuk mengungsi di rumah kerabat ataupun masjid terdekat.
Merujuk informasi prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan hingga Jumat (7/10/2022), wilayah DKI Jakarta berpotensi hujan ringan, hingga sedang, disertai petir.
Sebagai antisipasi dan mencegah terjadinya banjir susulan, kata Abdul, BNPB mengimbau pemangku kebijakan daerah bersama masyarakat bahu membahu. Yakni untukmelakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan.
Salah satunya, warga dapat melakukan pengecekan secara berkala terhadap kenaikan debit air ketika hujan deras dan berdurasi. “Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi ancaman bahaya banjir di awal musim hujan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....