Isu Kekerasan Seksual Masih Menjadi Perhatian Serius di Masyarakat

  • 05 Des 2023 00:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemerintah kembali menggelar forum group dicussion (FGD) terkait momentum 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Rangkaian 16 hari anti kekeresan terhadap perempuan kali ini mengambil tema "All About Respect".

Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Ratna Susianawati mengatakan, momen ini dapat menjadi refleksi bagi pemerintah terhadap apa saja yang sudah dilakukan. Menurut data dan fakta di lapangan, persoalan isu kekerasan seksual masih menjadi perhatian serius di masyarakat.

"Ini akan menjadi ruang diskusi yang terus menerus kami lakukan untuk bisa merefleksi apa-apa saja yang sudah kita lakukan dan jalankan. Terkait dengan upaya mendukung salah satu masalah terbesar dari perempuan yaitu kekerasan," kata Ratna di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Ia menuturkan, kasus kekerasan seksual sama seperti fenomena gunung es. Menurut Ratna, meskipun banyak kasus yang terlaporkan namun di luar sana masih banyak juga kasus-kasus yang belum terlaporkan.

"Hari ini sekali lagi, kami terus melakukan deseminasi, literasi dan menyadarkan masyarakat. Public campaigne (kampanye publik, red) menjadi sangat penting dengan berbagai metode tentunya terutama media massa," ujar Ratna.

Fenomena gunung es ini tentunya menjadi catatan penting bagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Khususnya ketika maraknya kasus kekerasan seksual tidak lagi mengenal ruang dan waktu.

Ratna menekankan pentingnya sistem pengawasan dini dalam upaya mengantisipasi kasus kekerasan di Indonesia. Misalnya menguatkan kembali regulasi tentang kekerasan seksual, penguatan kelembagaan, jejaring, hingga komunikasi kepada masyarakat.

"Kekerasan seksual bisa terjadi di manapun dan terhadap siapapun. Early warning system menjadi bagian yang penting untuk kita bisa lakukan gerakan bersama massifkan peran kolaborasi semua pihak," ujar Ratna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....