Mendag Dorong Percepatan Layanan, Fokus pada Bahan Baku Industri

  • 07 Okt 2026 15:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta pelaku usaha untuk menyampaikan kebutuhan bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri agar dapat ditindaklanjuti pemerintah.
  • Pemerintah berkomitmen meningkatkan dan mempercepat pelayanan untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya dalam penyediaan bahan baku yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Pertemuan dengan American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia menunjukkan upaya pemerintah untuk mendengarkan kebutuhan pelaku usaha asing dalam mendukung industri nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong peningkatan dan percepatan pelayanan untuk mendukung kebutuhan industri, terutama bahan baku. Hal tersebut disampaikan Budi saat bertemu pelaku usaha yang tergabung dalam American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia pada, Selasa, 6 Oktober 2026.

Budi meminta pelaku usaha menyampaikan kebutuhan bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri. Pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta masukan dunia usaha agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan industri dengan lebih jelas. Kami dorong penggunaan produk dalam negeri apabila kebutuhan industri dapat dipenuhi dari dalam negeri,” kata Budi.

Budi menegaskan perlunya meningkatkan dan mempercepat pelayanan untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri. Menurutnya, tidak terdapat permasalahan di sisi regulasi.

“Tidak terdapat permasalahan di sisi regulasi. Hal yang diperlukan adalah komitmen untuk meningkatkan dan mempercepat pelayanan,” ucap Budi.

Pelaku usaha AS juga menyampaikan kekhawatiran terhadap persyaratan pemeriksaan halal yang berpotensi menambah biaya dan waktu pengiriman. Budi menyampaikan masukan tersebut akan ditampung dan disampaikan kepada pihak terkait.

Budi bersama AmCham Indonesia juga membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat (AS). Pemerintah Indonesia masih menunggu perkembangan terkait investigasi excess capacity dan terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah AS.

“Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan. Sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama,” ujar Budi.

Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional. Program tersebut mencakup Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Program Perluasan Pasar Ekspor, dan Program Dari Lokal untuk Global.

“Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional, yakni memperkuat pasar domestik melalui Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Kemudian memperluas akses pasar lewat Program Perluasan Pasar Ekspor,” kata Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....