Operasi SAR KM Virgo Masuki Babak Baru, Penyelaman Berhenti dan Tunggu 'Salvage'
- 07 Okt 2026 12:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, memasuki tahap menunggu pengangkatan bangkai kapal.
- Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, penyelaman ke bangkai kapal telah dihentikan.
- Operasi salvage menjadi langkah penting untuk melanjutkan pencarian di lokasi bangkai kapal. Upaya penyelaman telah dihentikan maka kami masih menunggu kapal bisa diangkat
RRI.CO.ID, Jakarta - Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, memasuki tahap menunggu pengangkatan bangkai kapal. Basarnas RI berharap, operasi salvage dapat segera dilakukan untuk membuka peluang menemukan korban yang diperkirakan terjebak di dalam kapal.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, penyelaman ke bangkai kapal telah dihentikan. Sehingga, pencarian terhadap korban yang kemungkinan berada di dalam kapal kini menunggu proses pengangkatan kapal.
"Operasi salvage menjadi langkah penting untuk melanjutkan pencarian di lokasi bangkai kapal. Upaya penyelaman telah dihentikan maka kami masih menunggu kapal bisa diangkat,” kata Putu dalam keterangannya seperti dilansir Antara, di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip Rabu, 7 Oktober 2026.
Putu menjelaskan, kewenangan pelaksanaan operasi salvage berada pada pihak agen atau pemilik kapal, dalam hal ini PT Virgo Karya Shipping. Karena itu, ia berharap proses pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 dapat segera direalisasikan sesuai rencana pada Oktober 2026.
Di sisi lain, ia menuturkan, operasi pencarian melalui penyisiran permukaan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun, dalam tiga hari terakhir, pencarian di permukaan belum membuahkan hasil.
“Seluruh potensi SAR sudah kami kerahkan. Melakukan penyisiran yang dimungkinkan adanya jasad korban terbaru arus laut hingga ke bibir pantai,” ucap Putu.
Wilayah pencarian, kata Putu, bahkan diperluas mengikuti kemungkinan pergerakan korban akibat arus laut. Penyisiran mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.
Hingga perkembangan terakhir, sebanyak 190 orang dari total 243 penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 82 orang meninggal dunia dan 53 lainnya masih dalam pencarian.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi di Laut Jawa pada 13 September 2026. Operasi pencarian dan pertolongan kemudian melibatkan berbagai unsur SAR untuk menemukan seluruh korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Sebelumnya, Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan, operasi SAR mengerahkan berbagai potensi pencarian unsur darat, laut, hingga udara. Unsur yang terlibat mencakup Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pihak swasta, serta berbagai potensi SAR lainnya.
“Operasi telah melibatkan seluruh potensi SAR nasional. Baik dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, swasta, dan masih banyak potensi SAR lainnya,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.
Besarnya kekuatan yang dikerahkan terlihat dari keterlibatan tujuh pesawat udara, 24 kapal besar, dan 63 personel penyelam. Secara keseluruhan, lebih dari 1.200 personel gabungan telah terlibat sejak kecelakaan terjadi hingga proses pencarian berlangsung.
“Jumlah personel yang terlibat lebih dari 1.200 personel gabungan sejak kejadian kecelakaan hingga saat ini,” ucapnya. Dengan penyelaman yang telah dihentikan, pencarian kini bertumpu pada penyisiran permukaan sembari menunggu proses pengangkatan bangkai kapal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....