Menperin Pacu Industri Permesinan, Kebutuhan Mesin Dipenuhi Dalam Negeri

  • 06 Okt 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong pertumbuhan industri permesinan nasional untuk mengurangi ketergantungan impor mesin dan peralatan industri.
  • Kementerian Perindustrian akan melakukan pemetaan kebutuhan mesin guna menentukan jenis dan sektor yang menjadi prioritas pengembangan industri.
  • Strategi ini dirumuskan melalui rapat kerja internal Kementerian Perindustrian dengan agenda 'belanja masalah' untuk mengidentifikasi tantangan dan solusi konkret industri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong pertumbuhan industri permesinan nasional agar kebutuhan mesin dan peralatan industri semakin banyak dipenuhi dari produksi dalam negeri. Kementerian Perindustrian akan memetakan kebutuhan mesin untuk menentukan jenis dan sektor yang menjadi prioritas pengembangan.

Dorongan tersebut disampaikan Sarmuji dalam rapat kerja internal Kementerian Perindustrian pada Senin, 5 Oktober 2026. Melalui agenda “belanja masalah”, Kemenperin memetakan berbagai tantangan industri sekaligus merumuskan langkah penyelesaian yang konkret.

“Pada tahap awal ini, kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan persoalan industri, kemudian mengidentifikasi mana yang segera diselesaikan Kemenperin dan mana yang membutuhkan koordinasi kementerian lainnya,” kata Sarmuji.

Menurut Sarmuji, pemetaan persoalan industri diperlukan agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha. Ia meminta seluruh jajaran Kemenperin menginventarisasi hambatan yang berkaitan dengan regulasi, bahan baku, energi, sumber daya manusia, pasar, investasi, dan teknologi.

“Setiap sektor memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kita perlu mendengarkan dan mengidentifikasi persoalannya secara detail,” ujarnya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah industri permesinan. Sarmuji menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan sektor tersebut agar kebutuhan mesin dan peralatan industri dapat semakin dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Setia Diarta mengatakan penguatan industri permesinan menjadi salah satu perhatian Menperin. Berbagai isu aktual dan program pengembangan sektor ILMATE turut disampaikan kepada Menperin dalam pertemuan tersebut.

“Banyak hal yang dibicarakan. Namun, beliau sangat ingin mendorong industri permesinan kita tumbuh,” kata Setia.

Setia menuturkan penguatan industri permesinan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan mesin dan peralatan berbagai sektor. Upaya tersebut juga diharapkan memperbesar pemanfaatan produk industri nasional.

Untuk menentukan prioritas pengembangan, Ditjen ILMATE akan melakukan pemetaan dan peninjauan lebih lanjut terhadap kebutuhan mesin di berbagai sektor industri. Tahapan tersebut diperlukan untuk menentukan jenis mesin maupun sektor yang perlu mendapatkan prioritas pengembangan.

“Kami diminta untuk melakukan review dan menyiapkan prioritasnya. Yang penting dilakukan audit terlebih dahulu, kemudian kami review untuk menentukan prioritas yang perlu menjadi perhatian,” ujar Setia.

Usai rapat kerja dengan Ditjen ILMATE, Sarmuji melanjutkan pembahasan bersama Ditjen Industri Agro. Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan subsektor berdaya ungkit besar didorong berkembang dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

“Dari sektor industri agro, kami akan melihat subsektor mana yang bisa memberikan kontribusi besar, kemudian itu yang kita akselerasi. Jadi, potensi-potensi yang memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan industri akan kita dorong lebih kuat,” ujar Putu.

Selain mengakselerasi subsektor potensial, Ditjen Industri Agro akan menginventarisasi berbagai pending matters atau persoalan yang masih tertunda di sektor industri agro. Persoalan yang memungkinkan untuk segera dituntaskan akan menjadi perhatian agar tidak menghambat aktivitas maupun ekspansi industri.

“Selain melakukan akselerasi, kami juga melihat berbagai pending matters yang ada. Mana yang bisa segera diselesaikan, akan kita percepat penyelesaiannya,” kata Putu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....