Pertamina Pastikan Pertamax hingga Avtur Tak Naik Bulan Oktober ini

  • 05 Okt 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina Patra Niaga menahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan avtur sepanjang Oktober 2026.
  • Kebijakan tersebut membuat harga BBM nonsubsidi tetap sama dengan September 2026.
  • Harga BBM subsidi maupun nonsubsidi per 1 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan September.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan avtur sepanjang Oktober 2026 ini. Kebijakan tersebut membuat harga BBM nonsubsidi tetap sama dengan September 2026.

Demikian disampaikan Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Jakarta, Senin 5 Oktober 2026. Ia mengatakan, terdapat arahan untuk mempertahankan harga seluruh Jenis BBM Umum (JBU) retail dan avtur pada Oktober.

“Posisi bulan ini, per Oktober itu memang ada arahan untuk harga seluruh JBU retail dan avtur itu masih kami tahan, sama dengan harga September,” ujar Joko. Ia menjelaskan, pergerakan harga BBM nonsubsidi sejak Januari 2025 hingga awal 2026 relatif landai dengan harga masih berada di bawah Rp20 ribu per liter.

Namun, kondisi berubah setelah eskalasi konflik geopolitik pada akhir Februari 2026. Menurutnya, gejolak tersebut mendorong harga BBM meningkat signifikan, bahkan harga Solar sempat menembus Rp25 ribu per liter.

“Khusus yang Pertamax dan Pertamax Green pada April itu memang ada pembatasan, tidak naik. Baru kemudian di bulan Juni dinaikkan,” katanya.

Harga Pertamax sempat naik menjadi Rp16.250 per liter. Setelah itu, harganya turun dan bertahan di level Rp15.950 per liter pada Agustus hingga Oktober 2026.

Sementara itu, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex disesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia. Penetapan harga tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar untuk perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU atau SPBN.

Joko mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur sepanjang 2026 mayoritas dipengaruhi faktor geopolitik. “Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur ini memang mayoritas dipengaruhi faktor geopolitik sejak 28 Februari 2026,” ujarnya.

Terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi per 1 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan September. Menurut Kitty, penetapan harga BBM nonsubsidi tetap mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....