Menpar Identifikasi Empat Tantangan Pengembangan Wisata Olahraga
- 05 Okt 2026 09:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menpar mengatakan olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan
- Tantangan pertama ialah pemerataan penyelenggaraan event olahraga di berbagai daerah Indonesia
- Kekayaan alam dan dukungan infrastruktur juga menjadi modal penting untuk memperkuat daya tarik destinasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengidentifikasi empat tantangan dalam pengembangan wisata olahraga atau sports tourism Indonesia. Tantangan tersebut mencakup pemerataan, daya dukung destinasi, keberlanjutan kunjungan, dan standardisasi layanan.
Hal tersebut disampaikan Menpar Widiyanti saat menghadiri peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025. Kegiatan tersebut sekaligus mengawali penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Menpar mengatakan olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata dan mampu mendorong perjalanan wisatawan.
“Kami meyakini bahwa desain besar ini akan menjadi fondasi penting yang semakin memperkuat posisi sports tourismi. Pengembangan wisata olahraga membutuhkan sinergi berbagai pihak agar dapat tumbuh secara berkelanjutan," kata Menpar Widiyanti dikutip dalam laman, menpan.co.id, Senin, 5 Oktober 2026.
Tantangan pertama ialah pemerataan penyelenggaraan event olahraga di berbagai daerah Indonesia. Menpar mendorong event olahraga dikembangkan berdasarkan karakter dan keunikan lokal, bukan sekadar meniru format daerah lain.
"Kemenpar secara konsisten mendorong pemerintah daerah, kementerian/lembaga, swasta, pemerhati pariwisata lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk merancang event olahraga yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah," kata Menpar.
Tantangan kedua berkaitan dengan daya dukung destinasi saat penyelenggaraan event olahraga berlangsung. Konsentrasi kunjungan pada musim tertentu dapat memberikan tekanan terhadap kapasitas akomodasi dan infrastruktur pendukung.
Tantangan ketiga ialah menjaga keberlanjutan kunjungan wisatawan di luar masa penyelenggaraan event. Menpar menilai destinasi sports tourism yang matang harus tetap hidup dan menarik wisatawan sepanjang tahun.
“Inilah mengapa kita terus mengembangkan produk wisata berbasis sports tourism sebagai daya tarik di luar pekan event,. Upaya tersebut diharapkan dapat memperpanjang dampak ekonomi kegiatan olahraga terhadap destinasi wisata," kata Menpar.
Tantangan keempat berkaitan dengan standardisasi layanan, profesionalisme penyelenggara, serta pengelolaan risiko. Menpar menilai ketiga aspek tersebut menjadi prasyarat penting bagi penyelenggaraan event olahraga berkelas dunia.
Indonesia memiliki sejumlah event olahraga internasional yang berpotensi memperkuat pengembangan sports tourism. Salah satunya MotoGP Mandalika yang pada 2025 diperkirakan memberikan dampak ekonomi Rp2,7 hingga Rp4,7 triliun.
Selain itu, HYROX Jakarta pada 27-28 Juni 2026 diikuti 11.500 peserta. Jumlah tersebut menjadikan HYROX Jakarta sebagai event dengan peserta terbanyak di kawasan Asia Pasifik.
Menpar mengatakan berbagai event tersebut menunjukkan besarnya potensi Indonesia dalam mengembangkan wisata berbasis olahraga. Kekayaan alam dan dukungan infrastruktur juga menjadi modal penting untuk memperkuat daya tarik destinasi.
Ia berharap empat tantangan tersebut menjadi bagian integral dalam penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional. Penyusunan desain besar itu diharapkan memperkuat sinergi pengembangan olahraga dan pariwisata Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....