Presiden Prabowo Ungkap Ancaman yang Ingin Indonesia Gaduh
- 05 Okt 2026 13:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto ungkap ancaman yang menginginkan Indonesia terpecah belah.
- Ancaman menginginkan Indonesia gaduh dan ekonomi terus diganggu agar tidak stabil.
- Narkotika juga menjadi ancaman yang dapat menghancurkan kelangsungan bangsa Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan ancaman yang menginginkan Indonesia terpecah belah. Kepala Negara mengatakan, ancaman terhadap Indonesia tidak melulu secara fisik atau nyata namun ancaman tak kasat mata yang justru berbahaya.
"Dunia sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian, kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik, kita bisa diserang dan sudah mulai diserang melalui cyber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah," kata Presiden Prabowo di Mabes TNI, Senin, 5 Oktober 2026.
Ancaman tersebut menginginkan Indonesia gaduh dan ekonomi terus diganggu agar tidak stabil. Kekayaan alam dicuri dan itu menjadi ancaman untuk kedaulatan wilayah Indonesia.
"Yang selalu ingin Indonesia gaduh, ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri, penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita," ujar Presiden.
Ancaman lain adalah narkotika yang dapat menghancurkan kelangsungan bangsa Indonesia. Kepala Negara mengatakan, beban yang dipikul tentara Indonesia tidak ringan, karena harus menjaga kehormatan , dan kedaulatan bangsa Indonesia.
"Kehormatan bangsa Indonesia, kedaulatan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia, kesejahteraan rakyat kita berada di pundak saudara-saudara. Dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Pulau Rote, marilah kita jaga wilayah kita, marilah kita jaga rakyat kita," ujarnya.
"Marilah kita berjuang menjaga kekayaan kita agar kekayaan kita bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Selamat bertugas para para prajurit TNI, terus mengabdi dengan kehormatan, terus jaga Indonesia dengan keberanian, terus selalu bersama rakyat sepenuh hatimu," kata Kepala Negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....