Terjadi 62 Gempa Susulan, BMKG Ungkap Dampak Gempa Sumba Barat Daya NTT

  • 05 Okt 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG memperbarui, parameter gempa bumi yang mengguncang wilayah pantai barat daya Sumba Barat Daya, NTT, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026.
  • Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, gempa tersebut termasuk gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
  • Pada intensitas tersebut, sebagian besar warga dilaporkan terkejut hingga berlari keluar rumah ketika gempa terjadi.

RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG memperbarui, parameter gempa bumi yang mengguncang wilayah pantai barat daya Sumba Barat Daya, NTT, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026. Gempa yang semula tercatat Magnitudo 6,1 tersebut, kemudian diperbarui menjadi M5,9 dan hingga pagi hari telah memicu sedikitnya 62 gempa susulan.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, gempa tersebut termasuk gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa diduga berkaitan dengan aktivitas Sesar Waikabubak.

"Gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault). Hal itu berdasarkan analisis mekanisme sumber gempa," kata Ardhasena dalam keterangannya seperti dilansir laman BMKG, di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Diketahui, gempa itu terjadi pada pukul 05.55.52 WIB dengan pusat gempa berada di laut. Berdasarkan hasil pemutakhiran BMKG, episenter berada di koordinat 9,84° Lintang Selatan dan 118,90° Bujur Timur.

"Ssekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya. Dengan kedalaman 30 kilometer," ucap Ardhasena.

Guncangan Terkuat Capai VI MMI

Sementara, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas berbeda. Guncangan paling kuat tercatat di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan skala VI MMI.

"Pada intensitas tersebut, sebagian besar warga dilaporkan terkejut hingga berlari keluar rumah ketika gempa terjadi. Guncangan juga dirasakan di Kota Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba dengan intensitas IV MMI," kata Wijayanto.

Sementara itu, Kota Bima turut merasakan getaran gempa dengan intensitas III MMI. Guncangan tersebut, dilaporkan berdampak pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi.

62 Gempa Susulan Tercatat

BMKG juga terus memonitor aktivitas seismik setelah gempa utama terjadi. Hingga pukul 08.05 WIB, tercatat sedikitnya 62 gempa bumi susulan dengan magnitudo berkisar antara M1,5 hingga M4,3.

"Selain itu, hingga pukul 08.05.00 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat setidaknya 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Dengan rentang kekuatan antara M1,5 hingga M4,3," ujar Wijayanto.

Sementara, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu mengatakan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB. Pada waktu tersebut, menunjukkan adanya kerusakan di sejumlah wilayah.

Kerusakan tersebut berada pada kategori sedang dan satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur akan melanjutkan pemantauan sekaligus melakukan survei lapangan.

Survei dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak gempa terhadap bangunan dan wilayah terdampak. "Meski gempa berpusat di laut, hasil pemodelan BMKG menunjukkan peristiwa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami," ucap Rahayu.

Masyarakat, kata Rahayu, diminta waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan. BMKG mengimbau warga tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

"Informasi mengenai perkembangan gempa dan aktivitas susulan dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui akun media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, laman Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS)," ucap Rahayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....